Kemenhub Pastikan Kebutuhan BBM Angkutan Bus di Jambi Terpenuhi
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan (baju batik) saat meninjau armada angkutan di terminal alam berajo kota jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk angkutan bus di Provinsi Jambi kini telah kembali aman. Permasalahan yang sebelumnya sempat menghambat operasional bus akibat sulit memperoleh solar disebut telah berhasil diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan penyelesaian persoalan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jambi, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta PT Pertamina.
Menurutnya, inti dari penyelesaian masalah berada pada komunikasi yang baik antara operator angkutan dan pengelola SPBU sehingga distribusi BBM dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah Jambi sudah teratasi. Ini tinggal komunikasi saja antara pemilik bus dan operator SPBU,” ujar Aan Suhanan saat berada di Jambi, Jumat.
Dengan adanya kesepahaman tersebut, operator bus kini memperoleh kemudahan dalam mengakses pasokan BBM sehingga armada dapat kembali beroperasi normal tanpa harus mengantre dalam waktu lama.
Kemenhub berharap kondisi ini mampu menjamin kelancaran layanan transportasi darat sekaligus memberikan kepastian jadwal keberangkatan bagi masyarakat yang menggunakan angkutan umum.
Selain memastikan kelancaran angkutan reguler, Kemenhub juga memberi perhatian terhadap operasional angkutan perintis di sejumlah daerah yang masih menghadapi kendala pasokan BBM.
Aan mengungkapkan, pihak Perum DAMRI telah melaporkan masih terdapat beberapa trayek perintis yang mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemenhub akan menerapkan pola penyelesaian yang sama seperti di Jambi, yakni mempertemukan operator angkutan dengan pengelola SPBU agar tercapai solusi bersama.
“Belajar dari Jambi, kita bisa mendapatkan solusi. Tinggal membangun komunikasi agar kebutuhan BBM angkutan perintis juga terpenuhi,” katanya.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jambi, Ivan Wirata, menegaskan pihaknya akan terus mengawal kelancaran distribusi BBM bagi angkutan penumpang maupun angkutan barang.
Menurut Ivan, ketersediaan solar menjadi faktor penting agar operasional transportasi tidak terganggu dan masyarakat tidak mengalami penumpukan di terminal maupun loket keberangkatan.
“Kelancaran bus mendapatkan BBM menjadi skala prioritas kita semua. Jika ada kendala, tentu akan kita carikan solusinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPTD Jambi Benny Nurdin Yusuf memastikan persoalan yang sempat dikeluhkan perusahaan otobus (PO) terkait pasokan BBM telah diselesaikan melalui koordinasi bersama Organda dan para pemangku kepentingan lainnya.
Saat ini, kata Benny, telah terjalin kerja sama antara pengurus PO dengan penyedia BBM sehingga bus penumpang memperoleh prioritas pengisian bahan bakar.
“Kami bersama pihak terkait telah menyelesaikan persoalan tersebut. Kini sudah ada kerja sama antara pengurus PO dan penyedia BBM agar bus penumpang diprioritaskan sehingga jadwal keberangkatan tetap terjamin,” ujarnya.
Dengan terselesaikannya persoalan pasokan BBM, operasional angkutan umum di Jambi diharapkan kembali berjalan lancar, menjaga mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi di daerah.
- Penulis: say say

