Dari Jambi ke Dunia! Hampir 90 Tahun Hok Tong Jadi Raksasa Ekspor Karet Indonesia
- account_circle -
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- print Cetak

Wamenaker Afriansyah Noor saat meninjau PT Hok Tong. (F:Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Di tengah naik turunnya industri perkebunan, nama PT Hok Tong Jambi tetap berdiri kokoh sebagai salah satu perusahaan pengolahan karet tertua di Provinsi Jambi. Berdiri sejak 1937, perusahaan ini bukan hanya menjadi saksi perjalanan industri karet di daerah, tetapi juga menjelma sebagai salah satu eksportir crumb rubber atau karet remah yang memasok kebutuhan industri ban dunia.
Perjalanan Hok Tong dimulai dengan nama NV Handel Maatschappij Hok Tong. Pada masa awal berdirinya, perusahaan berfokus pada perdagangan karet alam dengan memproduksi Flat Bark Crepe dan Ribbed Smoke Sheet (RSS) yang seluruh hasilnya diekspor ke luar negeri.
Namun, perubahan regulasi pemerintah mengenai ekspor karet pada akhir 1960-an menjadi titik balik bagi perusahaan. Hok Tong kemudian mengubah strategi bisnisnya dengan membangun pabrik pengolahan Standard Indonesian Rubber (SIR) atau crumb rubber di kawasan Sejinjang, Kota Jambi, sekitar tahun 1973. Hingga kini, kawasan tersebut masih menjadi pusat kegiatan operasional perusahaan.
Transformasi terus berlanjut. Pada 1998, perusahaan resmi menggunakan nama PT Hok Tong. Kemudian pada 2014, Hok Tong bergabung dengan Halcyon Agri, salah satu grup agribisnis dan pengolah karet alam terbesar di dunia. Langkah tersebut semakin memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional.
Dari Kebun Petani Jambi ke Industri Ban Dunia
Hingga saat ini, PT Hok Tong memfokuskan usahanya pada pengolahan bahan olahan karet (bokar) menjadi crumb rubber berkualitas ekspor. Produk yang dihasilkan dipasarkan ke berbagai negara dan digunakan sebagai bahan baku oleh sejumlah produsen ban kelas dunia seperti Bridgestone, Michelin, Goodyear, Yokohama, Cooper Tires, hingga Sumitomo Tires.
Rantai produksinya dimulai dari pembelian bokar milik petani, dilanjutkan dengan proses pengolahan basah, pengeringan, pengujian mutu di laboratorium, penyimpanan di gudang, hingga pengiriman ke pasar ekspor.
Serap Ratusan Tenaga Kerja
Keberadaan PT Hok Tong juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Jambi. Perusahaan ini menyerap ratusan tenaga kerja lokal sekaligus menjadi salah satu mitra penting bagi ribuan petani karet di berbagai kabupaten.
Dengan kapasitas produksi sekitar 25.000 hingga 30.000 ton crumb rubber per tahun, Hok Tong menjadi salah satu sentra industri pengolahan karet terbesar di Provinsi Jambi. Aktivitas produksinya didukung area pabrik seluas lebih dari 15 ribu meter persegi yang berada di Jalan Raden Fatah RT 07, Kelurahan Sejinjang, Kecamatan Jambi Timur.
Tak hanya fokus pada produksi, perusahaan juga menerapkan berbagai standar internasional melalui sertifikasi ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001 untuk pengelolaan lingkungan, serta ISO 45001 dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Mitra Petani dan Kampus
Selama puluhan tahun beroperasi, PT Hok Tong tidak hanya menjadi pembeli hasil kebun petani karet, tetapi juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Perusahaan rutin menjadi lokasi praktik kerja lapangan, penelitian, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang industri pengolahan karet.
Dengan usia yang hampir menyentuh 90 tahun, PT Hok Tong membuktikan diri sebagai salah satu perusahaan yang mampu bertahan melewati berbagai perubahan zaman. Dari sebuah perusahaan dagang karet pada era kolonial, Hok Tong kini menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri karet global, sekaligus menjadi salah satu ikon industri yang turut mengharumkan nama Jambi di pasar internasional.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
- Sumber: Berbagai Sumber

