Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Nahkoda Baru BEI! Jeffrey Hendrik Jadi Dirut

Nahkoda Baru BEI! Jeffrey Hendrik Jadi Dirut

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi berganti nakhoda. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI untuk masa jabatan 2026–2030.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi motor baru dalam mempercepat transformasi pasar modal Indonesia agar semakin modern, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Pengangkatan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama telah memperoleh restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Persetujuan tersebut tertuang dalam Surat Nomor SR-10/D.04/2026, sehingga kepemimpinannya sah untuk menjalankan roda organisasi BEI selama empat tahun ke depan.

Selain menetapkan jajaran direksi baru, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025. Pemegang saham turut menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja (member of Ernst & Young Global Limited) sebagai auditor independen untuk tahun buku 2026.

Tak hanya itu, rapat juga menetapkan remunerasi bagi direksi dan komisaris untuk periode kepengurusan yang baru.

RUPST yang digelar secara hybrid pada Senin (29/6/2026) dihadiri oleh seluruh pemegang saham yang memiliki hak suara.

Adapun susunan Direksi BEI periode 2026-2030 adalah sebagai berikut:

Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim
Direktur Pengembangan: Iding Pardi
Direktur Keuangan, SDM, dan Umum: Umi Kulsum

Melalui kepemimpinan baru tersebut, BEI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat integritas pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus mempercepat transformasi digital guna mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Dalam RUPST, Jeffrey memaparkan capaian kinerja BEI sepanjang 2025 yang mencatatkan berbagai rekor baru meski pasar sempat menghadapi tekanan akibat gejolak global.

Pada paruh pertama 2025, pasar modal domestik tertekan oleh meningkatnya tensi perang dagang menyusul kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga ketidakpastian geopolitik.
“Kondisi tersebut sempat mendorong IHSG turun ke level 5.996 pada awal April 2025 sehingga BEI memberlakukan trading halt,” paparnya.

Untuk menjaga stabilitas pasar, BEI bersama OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO) menerapkan sejumlah kebijakan, mulai dari penyesuaian ketentuan buyback saham tanpa persetujuan RUPS, perubahan batas Auto Rejection Bawah (ARB), hingga penyempurnaan mekanisme trading halt.

Memasuki semester II-2025, kondisi pasar berangsur pulih didukung membaiknya sentimen global dan kebijakan ekonomi domestik. IHSG bahkan mencatatkan 24 kali rekor tertinggi (all time high) dengan level puncak 8.711, sementara kapitalisasi pasar mencapai rekor Rp 16.004 triliun pada 8 Desember 2025.

Aktivitas perdagangan juga meningkat signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp 18,1 triliun, sedangkan transaksi produk non-saham mencapai Rp 7,6 triliun.

Di pasar obligasi melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA), total volume transaksi mencapai Rp 1.375 triliun. Sementara itu, nilai perdagangan karbon melalui IDXCarbon tercatat sebesar Rp 36,37 miliar.

Dari sisi penghimpunan dana, sepanjang 2025 terdapat 26 perusahaan yang melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan total kapitalisasi pasar Rp 155,2 triliun saat pencatatan.

Dana yang berhasil dihimpun melalui IPO mencapai sekitar Rp 18,1 triliun atau meningkat 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontributor terbesar berasal dari sektor basic materials, diikuti sektor keuangan dan infrastruktur.

Selain IPO, penghimpunan dana melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) mencapai Rp 217,4 triliun, sedangkan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan waran mencapai Rp 43,7 triliun.

BEI juga terus memperluas basis investor melalui penguatan edukasi dan digitalisasi. Hingga akhir 2025, jumlah Galeri Investasi bertambah menjadi 1.015 lokasi dengan lebih dari 49 ribu kegiatan edukasi yang telah diselenggarakan.

Jumlah pengguna aplikasi IDX Mobile meningkat menjadi 463 ribu, sedangkan jumlah investor pasar modal melonjak menjadi 20,3 juta atau tumbuh hampir 37% dibandingkan tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, sejalan dengan meningkatnya aktivitas pasar modal, BEI membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,66 triliun pada 2025 atau naik 29,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan jasa transaksi efek sebesar 41% dan jasa kliring sebesar 41,3%, seiring meningkatnya rata-rata nilai transaksi harian.

Di samping itu, diversifikasi bisnis melalui jasa informasi, pendapatan investasi, serta kontribusi anak usaha turut mendorong pendapatan non-transaksi meningkat 14,6%, sedangkan pendapatan lainnya tumbuh 17%.

Meski beban usaha naik 17,1% menjadi Rp 2,37 triliun, terutama akibat meningkatnya kontribusi tahunan kepada OJK, BEI tetap berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,07 triliun atau melonjak 59,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi laba bersih tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, total aset BEI meningkat 32% menjadi Rp 14,78 triliun dan ekuitas tumbuh 14% menjadi Rp 9,45 triliun, mencerminkan fundamental keuangan perseroan yang semakin kuat.

Laporan keuangan konsolidasian BEI untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja.

Dengan kepemimpinan baru di bawah Jeffrey Hendrik, BEI menargetkan dapat melanjutkan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi pasar modal Indonesia di tingkat regional maupun global.(*)

 

 

  • Penulis: say say
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Superbank Milik Grab Emtek Resmi Umumkan IPO, Target Himpun Dana Rp 3,06 Triliun

    Superbank Milik Grab Emtek Resmi Umumkan IPO, Target Himpun Dana Rp 3,06 Triliun

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Super Bank Indonesia atau Superbank akhirnya resmi mengumumkan rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui skema initial public offering (IPO). Bank digital yang berada dalam ekosistem Emtek, Grab, dan SingTel itu berencana melepas 4,4 miliar saham atau sekitar 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Informasi tersebut tercantum dalam prospektus ringkas […]

  • Kabut Asap Jambi Makin Pekat, Harga Sembako di Pasar Angso Duo Masih Stabil

    Kabut Asap Jambi Makin Pekat, Harga Sembako di Pasar Angso Duo Masih Stabil

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, relatif stabil pada Rabu (26/8/2026). Namun, pergerakan harga masih terjadi pada komoditas tertentu, terutama cabai rawit hijau yang mengalami kenaikan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga sembako di Pasar Angso Duo per 26 Agustus 2026 menunjukkan sebagian besar komoditas masih […]

  • Harga Emas Antam Turun Tajam, Cek Lengkap Disini!

    Harga Emas Antam Turun Tajam, Cek Lengkap Disini!

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terperosok pada perdagangan Senin (27/10/2025). Emas Antam turun tajam sebesar Rp 23.000 menjadi Rp 2.327.000 per gram. Atas penurunan tersebut mengimbas pada harga beli kembali atau buyback emas Antam yang juga anjlok sebanyak Rp 23.000 menjadi Rp 2.192.000 per gram. Transaksi harga jual […]

  • Kabut Asap Semakin Pekat, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.000 per Kilogram

    Kabut Asap Semakin Pekat, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.000 per Kilogram

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, mengalami perubahan pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Berdasarkan data harga pangan yang dirilis Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, beberapa komoditas tercatat naik dan turun. Perubahan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai dan telur. Harga cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang […]

  • Harga Emas di Pegadaian Naik Rp5000, Ini Daftar Selengkapnya

    Harga Emas di Pegadaian Naik Rp5000, Ini Daftar Selengkapnya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang diperjualbelikan di Pegadaian hari ini naik. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman resmi Pegadaian, Rabu (8/4/2026). Emas produksi anak perusahaan pegadaian, galeri24, untuk berat 1 gram dijual sebesar Rp2,865 juta. Naik Rp5.000 dibandingkan dengan harga jual di hari sebelumnya sebesar Rp2.860.000 per gram. Sementara […]

  • Rupiah Balik Menguat! Pasar Mulai Bernapas Lega

    Rupiah Balik Menguat! Pasar Mulai Bernapas Lega

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (13/5/2026) pagi. Mata uang Garuda naik tipis seiring pelemahan indeks dolar AS di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah menguat 14 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp17.515 per dolar AS. Angka tersebut lebih baik […]

expand_less