Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BI Kejutkan Pasar! Suku Bunga Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Menguat

BI Kejutkan Pasar! Suku Bunga Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Menguat

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mengambil langkah mengejutkan dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (20/5/2026). Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat stabilitas rupiah di tengah meningkatnya gejolak global.

Selain menaikkan BI-Rate, Bank Indonesia juga menyesuaikan suku bunga fasilitas lainnya. Suku bunga Deposit Facility ditetapkan menjadi 4,25 persen, sementara Lending Facility naik ke level 6,25 persen.

Gubernur Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, terutama menghadapi dampak ketidakpastian global.

“Kebijakan ini sebagai langkah lanjutan memperkuat stabilitas rupiah dari dampak gejolak Timur Tengah,” ujar Perry dalam paparan RDG, Rabu.

Ia menambahkan, kebijakan itu juga diarahkan untuk menjaga inflasi tetap berada pada target 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menurut Perry, arah kebijakan moneter pada 2026 difokuskan pada penguatan stabilitas guna menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan makroprudensial yang longgar terus didorong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit sektor riil,” paparnya.

Keputusan menaikkan suku bunga acuan tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat berada di bawah tekanan berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data perdagangan, hingga pukul 14.26 WIB rupiah menguat 0,54 persen ke level Rp17.600 per dolar AS. Bahkan sebelum pengumuman resmi BI, mata uang Garuda sudah mulai menunjukkan penguatan. Pada pukul 14.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.665 per dolar AS atau menguat 0,17 persen.

Sebelumnya, rupiah dibuka melemah pada perdagangan pagi di level Rp17.730 per dolar AS atau terdepresiasi sekitar 0,20 persen.

Keputusan BI kali ini menjadi perhatian pelaku pasar karena diumumkan saat rupiah dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan yang cukup besar akibat sentimen global dan pergerakan pasar keuangan internasional.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beras Sudah, Prabowo Optimistis RI Capai Swasembada Jagung hingga Gula

    Beras Sudah, Prabowo Optimistis RI Capai Swasembada Jagung hingga Gula

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa swasembada pangan di Indonesia bisa tercapai dalam 4 tahun mendatang. Tak hanya beras, target bebas impor juga diperuntukkan ke komoditas lain seperti jagung, gula hingga protein. Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Di […]

  • Pecatur 15 Tahun Vietnam Dau Khuong Duy Tembus Peringkat 3 Dunia U15 FIDE

    Pecatur 15 Tahun Vietnam Dau Khuong Duy Tembus Peringkat 3 Dunia U15 FIDE

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Nama Dau Khuong Duy kini menjadi sorotan di jagat catur internasional setelah performa impresifnya dalam sejumlah turnamen terbaru. Pemain berusia 15 tahun itu mencatat lonjakan signifikan dalam peringkat dunia FIDE, khususnya pada kategori usia muda. Dalam rilis peringkat terbaru, Khuong Duy berhasil menembus jajaran elit dunia dengan berada di posisi tiga besar kategori […]

  • Mixue Resmi Tutup 428 Gerai Luar Negri, Indonesia dan Vietnam Siap Siap

    Mixue Resmi Tutup 428 Gerai Luar Negri, Indonesia dan Vietnam Siap Siap

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jaringan minuman asal China, Mixue, menutup ratusan gerai di pasar internasional sepanjang 2025. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat penurunan sebanyak 428 gerai di luar negeri, termasuk di Indonesia dan Vietnam. Langkah ini menandai perubahan strategi perusahaan yang sebelumnya agresif berekspansi, kini beralih pada konsolidasi bisnis. Manajemen menyatakan fokus utama diarahkan pada optimalisasi […]

  • Warga Jambi Penasaran? Harga Perak Antam Hari Ini Tembus Rp44.100 per Gram

    Warga Jambi Penasaran? Harga Perak Antam Hari Ini Tembus Rp44.100 per Gram

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bukan hanya harga emas yang menjadi perhatian. Warga Jambi yang mulai melirik investasi logam mulia kini juga penasaran dengan pergerakan harga perak Antam hari ini. Pada perdagangan Selasa (11/8/2026), harga perak murni produksi Antam kembali melesat. Logam mulia berwarna silver itu naik cukup signifikan dan kembali menyentuh level tinggi. Mengutip laman Logam Mulia, […]

  • Keluarga Serahkan Jenazah Try Sutrisno ke Negara, Upacara Militer Digelar di Masjid Sunda Kelapa

    Keluarga Serahkan Jenazah Try Sutrisno ke Negara, Upacara Militer Digelar di Masjid Sunda Kelapa

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keluarga secara resmi menyerahkan jenazah Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, kepada negara pada Senin (2/3/2026). Prosesi penyerahan dilakukan melalui upacara militer di Aula Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, setelah pelaksanaan shalat jenazah. Berdasarkan pantauan di lokasi, peti jenazah dibopong oleh putra almarhum bersama anggota keluarga dan prajurit TNI menuju area upacara. […]

  • Kulit Pinang yang Dulu Jadi Sampah Kini Disulap Jadi Briket, Inovasi Mahasiswa KKN di Muaro Jambi

    Kulit Pinang yang Dulu Jadi Sampah Kini Disulap Jadi Briket, Inovasi Mahasiswa KKN di Muaro Jambi

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bertahun-tahun, kulit pinang di Desa Kunangan, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, hanya dianggap sebagai sampah. Limbah dari perkebunan pinang itu biasanya menumpuk di pekarangan rumah, dibakar, atau dibiarkan membusuk tanpa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Tumpukan kulit pinang yang selama ini tidak bernilai justru disulap menjadi briket arang, bahan […]

expand_less