Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BI Kejutkan Pasar! Suku Bunga Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Menguat

BI Kejutkan Pasar! Suku Bunga Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Menguat

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mengambil langkah mengejutkan dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (20/5/2026). Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat stabilitas rupiah di tengah meningkatnya gejolak global.

Selain menaikkan BI-Rate, Bank Indonesia juga menyesuaikan suku bunga fasilitas lainnya. Suku bunga Deposit Facility ditetapkan menjadi 4,25 persen, sementara Lending Facility naik ke level 6,25 persen.

Gubernur Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, terutama menghadapi dampak ketidakpastian global.

“Kebijakan ini sebagai langkah lanjutan memperkuat stabilitas rupiah dari dampak gejolak Timur Tengah,” ujar Perry dalam paparan RDG, Rabu.

Ia menambahkan, kebijakan itu juga diarahkan untuk menjaga inflasi tetap berada pada target 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menurut Perry, arah kebijakan moneter pada 2026 difokuskan pada penguatan stabilitas guna menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan makroprudensial yang longgar terus didorong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit sektor riil,” paparnya.

Keputusan menaikkan suku bunga acuan tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat berada di bawah tekanan berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data perdagangan, hingga pukul 14.26 WIB rupiah menguat 0,54 persen ke level Rp17.600 per dolar AS. Bahkan sebelum pengumuman resmi BI, mata uang Garuda sudah mulai menunjukkan penguatan. Pada pukul 14.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.665 per dolar AS atau menguat 0,17 persen.

Sebelumnya, rupiah dibuka melemah pada perdagangan pagi di level Rp17.730 per dolar AS atau terdepresiasi sekitar 0,20 persen.

Keputusan BI kali ini menjadi perhatian pelaku pasar karena diumumkan saat rupiah dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan yang cukup besar akibat sentimen global dan pergerakan pasar keuangan internasional.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • 47 PLTU di Indonesia Sudah Terapkan Cofiring Biomassa hingga Oktober 2025

    47 PLTU di Indonesia Sudah Terapkan Cofiring Biomassa hingga Oktober 2025

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa sebanyak 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia kini telah menerapkan teknologi co-firing biomassa sebagai upaya menekan emisi karbon dan mempercepat transisi ke energi bersih. Jumlah ini melonjak pesat dibandingkan tahun 2020 yang hanya mencatat enam PLTU. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, […]

  • Efek Samping Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, dari Hipotensi hingga Infeksi

    Efek Samping Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, dari Hipotensi hingga Infeksi

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prosedur cuci darah atau Dialisis menjadi terapi utama bagi pasien Gagal Ginjal Kronis stadium akhir. Meski efektif menggantikan sebagian fungsi ginjal, tindakan ini tidak lepas dari berbagai efek samping yang perlu diwaspadai. Secara umum, pasien yang menjalani dialisis kerap mengalami kelelahan berkepanjangan. Kondisi ini muncul akibat perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh […]

  • Investasi Menguat, Peta Kebutuhan Tenaga Kerja Batang Hari Mulai Berubah

    Investasi Menguat, Peta Kebutuhan Tenaga Kerja Batang Hari Mulai Berubah

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai membawa perubahan terhadap kebutuhan tenaga kerja. Tantangan daerah ke depan bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi memastikan tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Batang Hari tumbuh 5,21 persen pada 2025, meningkat dibandingkan […]

  • Bank Mandiri Salurkan Kredit Mikro ke Debitur Perempuan Rp53,7 Triliun

    Bank Mandiri Salurkan Kredit Mikro ke Debitur Perempuan Rp53,7 Triliun

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendorong inklusivitas ekonomi melalui penyaluran kredit mikro kepada lebih dari 654 ribu perempuan pelaku usaha di berbagai daerah sebesar Rp53,7 triliun hingga kuartal II 2025. Outstanding pembiayaan tersebut meningkat 13,5 persen (year on year/yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah tersebut setara 53 persen dari total […]

  • Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

    Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi sorotan publik setelah diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Istana Kepresidenan membenarkan bahwa Thomas masuk dalam daftar kandidat yang diajukan pemerintah untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Juda Agung. Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI sebagai dasar pelaksanaan uji kelayakan […]

  • 36 Penerima Beasiswa LPDP Diperiksa, Terancam Sanksi Pengembalian Dana

    36 Penerima Beasiswa LPDP Diperiksa, Terancam Sanksi Pengembalian Dana

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 36 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjalani proses pemeriksaan lanjutan karena belum memenuhi kewajiban pengabdian di Indonesia. Salah satu di antaranya menjadi sorotan publik setelah kasusnya viral di media sosial. Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengatakan proses klarifikasi dilakukan secara menyeluruh dan berbasis data. Pemeriksaan dilakukan dengan menelusuri data perlintasan, […]

expand_less