Sabtu, 16 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kenaikan Royalti Tambang Nikel hingga Emas Ditunda, Pemerintah Kaji Dampak ke Investasi

Kenaikan Royalti Tambang Nikel hingga Emas Ditunda, Pemerintah Kaji Dampak ke Investasi

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah menaikkan tarif royalti pertambangan mineral, mulai dari nikel hingga emas, memicu respons negatif dari pelaku pasar. Akibatnya, kebijakan tersebut untuk sementara ditunda sambil menunggu evaluasi lebih lanjut.

Usulan yang digodok oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu mencakup kenaikan royalti untuk sejumlah komoditas strategis seperti nikel, tembaga, timah, emas, hingga perak. Langkah ini bertujuan meningkatkan penerimaan negara di tengah tekanan ekonomi global.

Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, rencana tersebut belum final. Pemerintah memilih menahan implementasi setelah mendapat masukan dari pelaku usaha yang menilai kebijakan itu berpotensi memberatkan industri.

“Kalau responsnya kurang baik, tentu kita evaluasi. Ini belum menjadi keputusan,” ujar Bahlil.

Salah satu usulan paling mencolok adalah kenaikan tarif royalti timah yang berpotensi melonjak hingga 20 persen, tergantung harga mineral acuan global. Skema ini dinilai dapat meningkatkan penerimaan negara secara signifikan saat harga komoditas tinggi.

Namun di sisi lain, pelaku industri menilai kebijakan tersebut berisiko mempersempit ruang gerak usaha. Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo, menyebut sektor pertambangan saat ini tengah menghadapi tekanan berlapis, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga kebijakan devisa hasil ekspor.

Menurutnya, industri tambang memiliki karakter padat modal dan berisiko tinggi, sehingga membutuhkan kepastian kebijakan jangka panjang. Perubahan aturan yang terlalu cepat dinilai dapat mengganggu perencanaan investasi yang telah disusun berdasarkan studi kelayakan.

“Tambahan beban seperti kenaikan royalti dalam kondisi sekarang bisa menambah ketidakpastian usaha,” ujarnya.

Di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil, pemerintah dihadapkan pada dilema. Di satu sisi, peningkatan royalti berpotensi mendongkrak pendapatan negara. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut bisa menahan arus investasi di sektor strategis.

Karena itu, penundaan sementara dinilai sebagai langkah kompromi untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan fiskal dan iklim investasi.

Ke depan, pemerintah dituntut merumuskan kebijakan yang tidak hanya meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha agar industri pertambangan tetap kompetitif.

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJPH Perkuat Sinergi dengan Kemenkes dan BPOM Jelang Wajib Halal 2026

    BPJPH Perkuat Sinergi dengan Kemenkes dan BPOM Jelang Wajib Halal 2026

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperkuat sinergi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelang pemberlakuan kebijakan Wajib Halal 2026. Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan upaya ini penting sebagai kunci keberhasilan implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) secara nasional, dan Wajib Halal yang akan berlaku pada Oktober ini. […]

  • Timnas Futsal Indonesia Libas Korea Selatan 6-2

    Timnas Futsal Indonesia Libas Korea Selatan 6-2

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Futsal Indonesia memiliki modal berharga jelang menghadapi Korea Selatan pada laga pembuka AFC Futsal 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (27/1/2026) pukul 19.00 WIB. Modal tersebut datang dari catatan kemenangan telak 6-2 atas Korea Selatan pada pertemuan sebelumnya. Pertandingan Indonesia vs Korea Selatan di AFC Futsal 2026 diprediksi berjalan ketat. […]

  • BEI Lakukan Trading Halt Dua Hari Beruntun, Menkeu Purbaya Prediksi Pasar Pulih 2–3 Hari

    BEI Lakukan Trading Halt Dua Hari Beruntun, Menkeu Purbaya Prediksi Pasar Pulih 2–3 Hari

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt pada Kamis (29/1/2026). Penghentian perdagangan dilakukan pada pukul 09.26 WIB di sistem Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam. Trading halt ini menjadi yang kedua kalinya dalam dua hari berturut-turut. Sehari sebelumnya, BEI juga […]

  • Agustiar Sabran Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum Percasi 2026–2030, Gantikan Utut Adianto

    Agustiar Sabran Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum Percasi 2026–2030, Gantikan Utut Adianto

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musyawarah Nasional (Munas) XXX Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) menetapkan Agustiar Sabran sebagai Ketua Umum PB Percasi periode 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam rapat paripurna yang digelar di Jakarta, Sabtu (11/4/2026), sekaligus mengakhiri kepemimpinan Grand Master (GM) Utut Adianto yang menjabat sejak 2018. Munas yang berlangsung pada 10–12 April 2026 ini […]

  • Pernyataan Trump Soal Armada ke Iran Picu Harga Minyak Dunia Rebound

    Pernyataan Trump Soal Armada ke Iran Picu Harga Minyak Dunia Rebound

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia berbalik menguat pada perdagangan Jumat (23/1/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, memicu kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Melansir Reuters dan Kontan, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Maret naik 35 sen atau 0,55% menjadi US$ 64,41 per barel. Sementara itu, […]

  • Harga Minyak Dunia Melonjak, Investor Bidik Potensi Perundingan AS-China

    Harga Minyak Dunia Melonjak, Investor Bidik Potensi Perundingan AS-China

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia berhasil rebound setelah mencapai level terendah dalam lima bulan pada sesi sebelumnya. Harga minyak naik lantaran investor berharap potensi perundingan antara AS dan China dapat meredakan ketegangan perdagangan antara dua negara dengan ekonomi dan konsumen minyak terbesar di dunia. Senin (13/10/2025) pukul 14.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk […]

expand_less