Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Kesehatan » Ini Daftar Makanan Penyebab Pengapuran Tulang yang Perlu Dihindari

Ini Daftar Makanan Penyebab Pengapuran Tulang yang Perlu Dihindari

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pengapuran tulang atau Osteoarthritis tidak hanya dipengaruhi faktor usia dan genetik, tetapi juga pola makan sehari-hari. Tanpa disadari, sejumlah makanan yang sering dikonsumsi justru dapat memperparah kerusakan sendi dan memicu peradangan.

Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang melindungi sendi mengalami kerusakan secara bertahap. Akibatnya, tulang saling bergesekan dan menimbulkan nyeri, kekakuan, hingga keterbatasan gerak.

Para ahli menyebutkan, pola makan yang tidak sehat dapat mempercepat munculnya gejala osteoarthritis. Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang berdampak langsung pada kesehatan sendi.

Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan, seperti kue, minuman manis, dan roti putih, menjadi salah satu pemicu utama. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan inflamasi sekaligus mengganggu penyerapan kalsium.

Selain itu, makanan tinggi garam seperti produk olahan dan makanan kalengan juga perlu diwaspadai. Asupan garam berlebih dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalsium lebih banyak, sehingga tulang menjadi lebih rapuh.

Daging merah berlemak, makanan yang digoreng, serta produk tinggi lemak jenuh juga berkontribusi terhadap peradangan. Tidak hanya itu, makanan cepat saji atau junk food yang tinggi lemak trans, gula, dan garam memperparah kondisi sendi.

Konsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan turut berperan dalam menghambat penyerapan kalsium dan vitamin D, yang penting untuk menjaga kekuatan tulang.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mendukung kesehatan tulang. Sumber kalsium seperti susu, yogurt, sayuran hijau, serta ikan menjadi pilihan yang baik.

Vitamin D juga diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium, yang bisa diperoleh dari ikan berlemak, telur, dan paparan sinar matahari pagi.

Selain itu, makanan kaya antioksidan dari buah dan sayur berwarna cerah dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

Pencegahan pengapuran tulang tidak hanya bergantung pada pola makan. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda, serta menghindari cedera sendi menjadi langkah penting. Istirahat yang cukup juga diperlukan agar tubuh dapat memperbaiki jaringan yang rusak, termasuk pada sendi.

  • Penulis: say say
  • Editor: Syaiful Amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI Butuh Rp3.500 Triliun untuk Atasi Krisis Iklim, APBN Cuma Sanggup 15%

    RI Butuh Rp3.500 Triliun untuk Atasi Krisis Iklim, APBN Cuma Sanggup 15%

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya Indonesia menekan dampak perubahan iklim menghadapi tantangan besar dari sisi pendanaan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan dana untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mencapai Rp3.500 triliun, namun kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru mampu menutupi sekitar 15% dari total kebutuhan tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menyebut pembiayaan menjadi elemen […]

  • Detik-Detik Airbus A330 Gagal Lepas Landas di India, Mesin Terbakar, Penumpang Luka Luka

    Detik-Detik Airbus A330 Gagal Lepas Landas di India, Mesin Terbakar, Penumpang Luka Luka

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Insiden menegangkan terjadi pada pesawat Airbus A330 milik Swiss International Air Lines yang gagal lepas landas (abort takeoff) di Bandara Internasional Indira Gandhi, Minggu (26/4/2026) dini hari. Pesawat dengan nomor penerbangan LX147 itu dilaporkan mengalami gangguan serius pada salah satu mesin saat sedang berakselerasi di landasan pacu. Situasi darurat pun tak terhindarkan, memaksa […]

  • Produksi Padi Jambi Naik 30,88 Persen, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah?

    Produksi Padi Jambi Naik 30,88 Persen, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah?

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Sektor pertanian masih menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian Provinsi Jambi. Data terbaru BPS menunjukkan produksi padi Jambi pada 2025 mencapai 367,79 ribu ton gabah kering giling (GKG), meningkat 30,88 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 281,02 ribu ton. Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan luas panen. Pada 2025, luas panen padi […]

  • Daya Beli Masyarakat Jambi 2026: Naik atau Turun? Ini Datanya

    Daya Beli Masyarakat Jambi 2026: Naik atau Turun? Ini Datanya

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi daya beli masyarakat Jambi masih relatif terjaga. Namun, tekanan biaya hidup, pasar kerja dan harga kebutuhan pokok membuat ruang belanja rumah tangga tetap perlu mendapat perhatian. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jambi pada Februari 2026 sebesar 3,99 persen, turun 0,50 poin persentase […]

  • Mahasiswa Kedokteran Unsri Dibully dan Diperas Senior

    Mahasiswa Kedokteran Unsri Dibully dan Diperas Senior

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memerintahkan penghentian sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) yang diselenggarakan di RSUP M. Hoesin Palembang. Langkah ini diambil menyusul dugaan perundungan (bullying) dan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh senior terhadap mahasiswa PPDS. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, […]

  • Zona Merah Berlanjut, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.952

    Zona Merah Berlanjut, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.952

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah belum mampu keluar dari zona merah. Hingga penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026), mata uang Indonesia jeblok terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah ditutup melemah 93 poin ke level Rp 17.952 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.859 per dolar AS. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif […]

expand_less