Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » PHRI Ungkap Banyak Hotel Tutup & Dijual, Okupansi Anjlok Akibat Daya Beli Turun

PHRI Ungkap Banyak Hotel Tutup & Dijual, Okupansi Anjlok Akibat Daya Beli Turun

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani mengungkapkan banyak hotel di Indonesia menutup operasional dan bahkan dijual akibat penurunan tingkat hunian atau okupansi sepanjang 2025. Salah satunya terjadi di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang mengalami penurunan okupansi cukup drastis.

“Tadi pagi saya baru rapat internal untuk menggambarkan, satu contoh aja, Cikarang. Cikarang dekat sekali dengan Jakarta ya, tetapi nge-drop banget okupansinya. Sampai ada beberapa hotel tutup beneran,” ujar Hariyadi saat ditemui di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025).

Menurut Hariyadi, penurunan daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang menyebabkan turunnya tingkat penghunian kamar (TPK). Tidak hanya itu, sejumlah pengusaha hotel di kawasan industri tersebut bahkan mempertimbangkan untuk menjual bisnisnya.

“Impact memang ada satu, dari anggaran pemerintah yang dipotong itu ada pengaruh, tapi yang kedua itu industri. Ternyata industri itu juga mengurangi budget termasuk vendornya, vendornya industri itu juga banyak yang mengurangi kunjungan,” jelasnya.

PHRI berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 diharapkan bisa kembali meningkatkan okupansi hotel.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebut okupansi hotel mulai menunjukkan perbaikan secara nasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, tren negatif okupansi semester pertama tahun ini dipengaruhi oleh pergeseran preferensi wisatawan yang kini banyak memilih akomodasi alternatif seperti vila.

“Ini yang sedang kami rapikan dan tertibkan. Vila-vila itu banyak sekali yang tidak terdaftar dan tidak membayar pajak,” ujar Widiyanti saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (2/10/2025).

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, TPK hotel berbintang pada Juli 2025 berada di level 52,79%, naik secara bulanan (month-to-month), namun turun 3,57 poin secara tahunan (year-on-year). Penurunan juga terjadi pada hotel nonbintang, yaitu sebesar 1,42% YoY pada periode yang sama.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Tembus ke Level Rp17.001 Hari Ini

    Rupiah Tembus ke Level Rp17.001 Hari Ini

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp17.001 pada Senin (9/3/2026). Pelemahan dipicu sentimen konflik Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia oleh Fitch. Mengutip Antara, nilai tukar rupiah melemah 76 poin atau 0,45 persen ke level Rp17.001 per dolar AS  dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.925 per dolar AS. Sementara itu, […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi, Cabai Rawit Capai Rp50 Ribu per Kg

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi, Cabai Rawit Capai Rp50 Ribu per Kg

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Selasa, 13 Januari 2026. Berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, belum terlihat adanya lonjakan maupun penurunan signifikan pada mayoritas komoditas pangan. Untuk komoditas beras, beberapa jenis masih tercatat stabil. Beras Belido dijual dengan harga Rp15.000 […]

  • Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap bahwa minat masyarakat untuk membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh TNI dan Polri dengan harga jual lebih rendah. Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, menjelaskan bahwa para mitra penyalur seperti […]

  • Kemenhut Fokus Pulihkan Hulu DAS Anai Sumatera Barat untuk Cegah Banjir Bandang Terulang

    Kemenhut Fokus Pulihkan Hulu DAS Anai Sumatera Barat untuk Cegah Banjir Bandang Terulang

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan pemulihan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Anai, Sumatera Barat, terus dilakukan sebagai salah upaya pencegahan banjir bandang seperti yang terjadi pada 2024 lalu. “Kalau disesuaikan dengan tugas dan fungsi kami di areal yang topografi curam dan rawan longsor, kami memang prioritaskan pemulihan di daerah hulu. Ketika hulunya […]

  • Sengketa Lahan 16 Ha Tanjung Bunga Memanas: GMTD Vs Hadji Kalla Saling Klaim Kepemilikan

    Sengketa Lahan 16 Ha Tanjung Bunga Memanas: GMTD Vs Hadji Kalla Saling Klaim Kepemilikan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sengketa kepemilikan lahan seluas 16 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Makassar, kembali memanas setelah PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD), afiliasi Grup Lippo, dan PT Hadji Kalla sama-sama menyatakan sebagai pemilik sah atas area tersebut. Presiden Direktur GMTD, Ali Said, menegaskan bahwa dasar hukum kawasan Tanjung Bunga telah ditetapkan melalui sejumlah dokumen […]

  • Perjalanan KA Siliwangi Dihentikan Sementara,Ini Penyebabnya

    Perjalanan KA Siliwangi Dihentikan Sementara,Ini Penyebabnya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perjalanan KA Siliwangi relasi Cipatat–Cianjur–Sukabumi dihentikan sementara sejak Minggu (19/4/2026) malam. Penghentian dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyusul gangguan pada jalur rel. Gangguan tersebut terjadi akibat tanah di bawah rel terkikis atau gogosan pada Km 74+9/0 petak jalan Cibeber–Lampegan. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta […]

expand_less