Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Harga Minyak Dunia Naik, Sanksi AS ke Rusia Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga Minyak Dunia Naik, Sanksi AS ke Rusia Picu Kekhawatiran Pasokan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat, 25 Oktober 2025, melanjutkan kenaikan sebelumnya dan tetap berada di jalur penguatan mingguan. Kenaikan harga dipicu oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, yang menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan global.

Mengutip CNBC, harga minyak Brent berjangka turun tipis 7 sen atau 0,12 persen menjadi USD 65,91 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 32 sen atau 0,52 persen ke level USD 61,47 per barel.

Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, menyebut kenaikan harga masih dipengaruhi oleh efek sanksi AS terhadap Rusia. “Ini karena sanksi,” ujar Flynn.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak lebih dari 5 persen pada Kamis setelah pengumuman sanksi tersebut. Lonjakan itu menempatkan minyak di jalur kenaikan mingguan sekitar 7 persen, menjadi yang tertinggi sejak pertengahan Juni.

Meski beberapa pekan terakhir harga minyak sempat melemah akibat kekhawatiran kelebihan pasokan dari OPEC+, data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan permintaan minyak masih tinggi dan belum ada indikasi surplus pasokan.

Kondisi pasar kini kembali dalam situasi backwardation, di mana harga kontrak jangka pendek lebih tinggi dari kontrak jangka panjang. Ini menandakan pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi kekurangan pasokan dalam waktu dekat.

Perubahan tren ini menunjukkan bahwa sanksi dan ketegangan geopolitik masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga energi global, terutama di tengah upaya negara-negara produsen menjaga stabilitas pasokan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panda Bond RI Laris di China, Permintaan Tembus Rp45 Triliun

    Panda Bond RI Laris di China, Permintaan Tembus Rp45 Triliun

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia sukses mencatat sejarah baru di pasar keuangan global. Untuk pertama kalinya, pemerintah resmi menerbitkan Panda Bond, yakni surat utang global berdenominasi yuan (CNY), di pasar keuangan China. Penerbitan perdana ini mendapat sambutan luar biasa dari investor dengan nilai permintaan yang mencapai sekitar CNY 17 miliar atau setara Rp45 triliun. Dalam transaksi […]

  • Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Intervensi Bond Market

    Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Intervensi Bond Market

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Pemerintah merespons pelemahan tersebut dengan menyiapkan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar obligasi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mulai masuk ke pasar surat utang melalui skema Bond Stabilization Fund (BSF). Instrumen ini digunakan untuk […]

  • Daftar Upah Minimum Negara ASEAN, Singapura Tertinggi Disusul Malaysia

    Daftar Upah Minimum Negara ASEAN, Singapura Tertinggi Disusul Malaysia

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perundingan terkait formula acuan penetapan upah minimum 2026 masih berlangsung. Di tengah pembahasan tersebut, data yang dihimpun menunjukkan bahwa besaran upah minimum di kawasan Asia Tenggara cukup beragam. Singapura tercatat sebagai negara dengan upah minimum tertinggi di ASEAN. Hingga saat ini upah minimum di Singapura berada pada kisaran SGD 1.400–1.600 atau setara Rp16–18 […]

  • Pengamat: Penurunan Pengangguran Awal 2026 Jadi Sinyal Positif, Risiko Inflasi Tetap Harus Diwaspadai

    Pengamat: Penurunan Pengangguran Awal 2026 Jadi Sinyal Positif, Risiko Inflasi Tetap Harus Diwaspadai

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren penurunan angka pengangguran di Indonesia pada awal 2026 mendapat apresiasi dari pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi. Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai potensi meningkatnya inflasi di tengah membaiknya kondisi pasar tenaga kerja. Berdasarkan data terbaru, jumlah pengangguran di Indonesia turun dari 7,46 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 7,24 juta orang […]

  • Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

    Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rasio utang pemerintah Indonesia masih berada pada level yang aman meski mencapai 40,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2025. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp 9.637,9 triliun atau setara 40,46 persen terhadap PDB. Menurut Purbaya, angka tersebut masih […]

  • Supratman Andi Agtas Puji Program Kampung Bahagia Maulana Saat Kunjungan ke Kota Jambi

    Supratman Andi Agtas Puji Program Kampung Bahagia Maulana Saat Kunjungan ke Kota Jambi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Supratman Andi Agtas memuji program “Kampung Bahagia” yang digagas Maulana saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Jambi, Selasa, 28 April 2026. Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan peresmian 1.585 Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di wilayah Provinsi Jambi yang digelar di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. Dalam keterangannya, Supratman menilai program Kampung Bahagia mampu menciptakan lingkungan […]

expand_less