Pasar Jambi Bersiap Bangkit, Kota Tua Didorong Jadi Mesin Baru Ekonomi Pusat Kota
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Menyisir suasan Kota tua di dalam pasar jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kecamatan Pasar Jambi merupakan wilayah terkecil di Kota Jambi dengan luas sekitar 1,67 km². Meski kecil secara wilayah, kawasan ini merupakan salah satu pusat perdagangan dan jasa tertua di kota. BPS mencatat jumlah penduduk Pasar Jambi mencapai 11.419 jiwa pada 2024. Karakter ekonominya didominasi perdagangan, jasa, kuliner, transportasi, pekerja swasta serta UMKM.
Dari sisi properti, keterbatasan lahan membuat harga sangat bergantung pada lokasi. Data listing 99.co pada 2026 menunjukkan harga penawaran tanah di Pasar Jambi berada sekitar Rp2 juta per m², sementara beberapa listing berada mulai sekitar Rp200 ribu per m². Rumah123 juga memperlihatkan penawaran sekitar Rp362 ribu–Rp1 juta per m². Perbedaan tersebut dipengaruhi ukuran lahan, legalitas, frontage, kondisi bangunan dan posisi terhadap pusat aktivitas.
Untuk ruko, harga penawaran yang ditemukan berada sekitar Rp600 juta hingga Rp1,1 miliar. Salah satu ruko dua lantai di Jalan Sersan Zuraida ditawarkan sekitar Rp600 juta, sedangkan ruko tiga lantai mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Listing lainnya berada di posisi pinggir jalan raya dekat Terminal Rawasari.
Pinggir jalan menjadi faktor penting karena bisnis di Pasar Jambi sangat bergantung pada arus orang dan kendaraan. Frontage memberikan visibilitas, akses pelanggan, kemudahan bongkar-muat dan peluang pelanggan berhenti secara spontan. Untuk restoran, toko, apotek, minimarket, jasa dan ruko, lokasi yang terlihat langsung dari jalan dapat meningkatkan potensi kunjungan.
Dari sisi hunian, Pasar Jambi bukan kawasan ekspansi perumahan modern. Permukiman seperti Legok dan Orang Kayo Pingai lebih merupakan kawasan perkotaan yang telah berkembang. Karena lahan kosong terbatas, peluang properti lebih banyak berada pada redevelopment bangunan lama, ruko, kos, rumah sewa dan properti komersial. Tidak ditemukan perumahan township besar yang dapat disebut sebagai pengembang utama Kecamatan Pasar Jambi pada data publik 2026.
Aktivitas perdagangan menjadi kekuatan utama. Pada April 2026, Pemkot Jambi melakukan pendataan 2.770 aset pasar, terdiri dari 62 ruko, 237 toko, 1.122 kios serta 1.349 lapak . Pemerintah menyebut optimalisasi aset tersebut berkaitan dengan pengelolaan pasar dan peningkatan PAD.
Perkembangan terbaru juga terlihat melalui Wisata Kuliner Kota Tua di depan Hotel Duta yang diluncurkan pada April 2026. Program ini diarahkan menghidupkan kawasan melalui sejarah, kuliner dan ekonomi kreatif, termasuk aktivitas perdagangan malam.
Untuk NIB, data MPP Kota Jambi mencatat 6.317 NIB diterbitkan sepanjang 2026 hingga Agustus untuk seluruh Kota Jambi. Angka tersebut bukan angka khusus Kecamatan Pasar Jambi, karena dashboard publik tidak memberikan rincian kecamatan yang cukup untuk diklaim sebagai data lokal.
Dari sisi fasilitas, kawasan Pasar Jambi memiliki sekolah dan fasilitas kesehatan perkotaan, tetapi tidak menjadi pusat rumah sakit besar atau pergudangan skala besar. Keterbatasan lahan dan jalan membuat fungsi pergudangan besar lebih sesuai ditempatkan di kawasan dengan akses kendaraan berat dan lahan lebih luas.
Sektor ekonomi yang berkembang meliputi perdagangan grosir dan eceran, kuliner, jasa, transportasi, akomodasi serta UMKM. Produk kuliner dan aktivitas perdagangan Kota Tua menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik baru.
Untuk PAD, belum tersedia angka resmi yang mengatribusikan seluruh PAD Kecamatan Pasar Jambi secara khusus. Namun pemerintah mengaitkan optimalisasi ruko, toko, kios dan lapak dengan peningkatan penerimaan daerah. Tarif sejumlah aset pasar yang disebut Pemkot berada sekitar Rp3.000–Rp9.000 per hari, tergantung jenis dan lokasi aset.
Dengan luas hanya 1,67 km², masa depan properti Pasar Jambi lebih bergantung pada revitalisasi dan intensifikasi ruang daripada ekspansi horizontal. Jika konsep Kota Tua, kuliner malam dan perdagangan terus berkembang, peluang bisnis dapat muncul pada ruko, restoran, hotel, kos, toko oleh-oleh, jasa, creative space dan redevelopment bangunan lama.
- Penulis: say say
