IRGC Tantang Trump: Kirim Kapal Perang AS ke Teluk Persia Jika Berani
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Salah satu Jendral Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
JAMBISNIS.COM – Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Teluk Persia jika benar angkatan laut Iran telah dihancurkan.
Pernyataan keras itu muncul setelah Trump sebelumnya mengklaim militer Amerika Serikat bersama Israel telah melumpuhkan kekuatan udara dan laut Iran dalam konflik yang memanas sejak akhir Februari.
“Bukankah Trump mengatakan angkatan laut Iran sudah dihancurkan? Jika demikian, biarkan saja dia mengirim kapal-kapalnya ke Teluk Persia kalau berani,” kata Naini seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Menurut Naini, klaim Washington tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menyebut pasukan Iran masih aktif melancarkan serangan balasan terhadap target yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, Iran disebut telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone ke berbagai target militer yang terkait dengan kedua negara tersebut.
Selain itu, Iran juga menegaskan tetap mengendalikan jalur strategis energi dunia, yaitu Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling vital di dunia.
Naini memperingatkan bahwa setiap kapal yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat, Israel, atau sekutunya berpotensi menjadi target jika memasuki kawasan tersebut.
“Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Iran dan setiap agresi akan ditanggapi dengan tegas,” tegasnya.
Meski konflik terus meningkat, pejabat Iran mengklaim bahwa negara itu belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya, termasuk senjata strategis yang disebut sebagai “senjata pamungkas”.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran dunia akan meluasnya konflik di Timur Tengah, terutama jika pertempuran melibatkan jalur pelayaran global seperti Selat Hormuz.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar