Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih tertahan pada awal 2026. Data Bank Indonesia menunjukkan kredit UMKM per Maret 2026 hanya tumbuh 0,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.498,4 triliun. Angka tersebut masih jauh dari target pertumbuhan 7 hingga 9 persen yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan untuk tahun ini. Meski begitu, capaian ini sedikit membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat kontraksi 0,6 persen yoy.

Berdasarkan skala usaha, kredit di segmen mikro tumbuh tipis 0,2 persen yoy menjadi Rp 659,5 triliun. Sementara kredit usaha menengah mulai menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan 0,9 persen yoy menjadi Rp 336,4 triliun, setelah sebelumnya sempat terkontraksi.

Sebaliknya, kredit usaha kecil masih mengalami tekanan dengan kontraksi 0,5 persen yoy menjadi Rp 502,5 triliun. Namun, penurunan ini lebih ringan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,5 persen yoy.

Dari sisi jenis penggunaan, kredit investasi UMKM masih menjadi penopang dengan pertumbuhan 9,6 persen yoy menjadi Rp 492,1 triliun. Di sisi lain, kredit modal kerja justru menyusut 4 persen yoy menjadi Rp 1.004,5 triliun, meski membaik dibandingkan kontraksi 4,9 persen pada periode sebelumnya.

Kondisi ini mencerminkan pelaku UMKM masih berhati-hati dalam ekspansi usaha, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan biaya produksi. Permintaan kredit untuk kebutuhan operasional pun belum sepenuhnya pulih.

Sebelumnya, OJK optimistis pertumbuhan kredit UMKM dapat meningkat pada paruh kedua tahun ini, seiring perbaikan daya beli masyarakat dan penguatan program pembiayaan dari pemerintah.

Namun hingga kuartal pertama, data menunjukkan pemulihan masih berjalan lambat. Akselerasi kredit UMKM dinilai membutuhkan dorongan tambahan, baik dari sisi permintaan maupun kebijakan yang lebih agresif untuk memperluas akses pembiayaan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dolar AS Mulai Tertekan, Rupiah Menguat ke Rp17.860

    Dolar AS Mulai Tertekan, Rupiah Menguat ke Rp17.860

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali bangkit pada pembukaan perdagangan Rabu (19/8/2026). Setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kini kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.860 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut membawa rupiah sedikit menjauh dari level […]

  • BMKG: Hujan Ringan Guyur Sebagian Wilayah Jambi Hari Ini

    BMKG: Hujan Ringan Guyur Sebagian Wilayah Jambi Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Jambi hari ini diprakirakan akan didominasi hujan ringan disertai kabut tipis, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Sementara beberapa daerah dataran rendah seperti Kota Jambi, Muaro Jambi, dan Batanghari diprediksi berawan hingga hujan ringan pada siang hingga sore hari. Dalam laporan terbaru […]

  • Kedelai Malika, Rahasia di Balik Manisnya Kecap Bango dan Asa Kedaulatan Pangan

    Kedelai Malika, Rahasia di Balik Manisnya Kecap Bango dan Asa Kedaulatan Pangan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di balik aroma dan rasa manis kecap yang akrab di meja makan keluarga Indonesia, tersimpan cerita panjang tentang petani, benih, penelitian dan industri. Salah satunya adalah kedelai Malika, varietas kedelai hitam yang dikembangkan melalui kolaborasi akademisi, petani dan korporasi. Kedelai Malika menjadi salah satu bahan baku kecap Bango. Kehadirannya sekaligus menjadi gambaran bagaimana […]

  • Rupiah Loyo Lagi, Terkoreksi ke Level Rp17.405 per Dolar AS

    Rupiah Loyo Lagi, Terkoreksi ke Level Rp17.405 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan Selasa (5/5/2026) pagi. Mata uang Garuda terkoreksi tipis di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi pasar keuangan. Rupiah berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, tercatat melemah 11 poin atau sekitar 0,07 persen ke posisi Rp17.405 per dolar AS. Angka […]

  • Sentimen Global Masih Membayangi: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.229

    Sentimen Global Masih Membayangi: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.229

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa (28/4/2026) sore. Mata uang Indonesia ini tercatat naik 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.229 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini menunjukkan adanya sentimen positif di pasar keuangan domestik, meski pergerakan rupiah sepanjang hari tetap diwarnai fluktuasi. Namun demikian, penguatan rupiah […]

  • BIFA 2026 Umumkan Daftar Pemenang, Bank Jambi Raih Penghargaan Kinerja Terbaik

    BIFA 2026 Umumkan Daftar Pemenang, Bank Jambi Raih Penghargaan Kinerja Terbaik

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank Jambi meraih penghargaan sebagai bank dengan kinerja terbaik untuk wilayah Sumatera–Kalimantan dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2026. Penghargaan ini diberikan di tengah upaya industri jasa keuangan memperkuat kinerja, efisiensi, dan inovasi digital. BIFA 2026 diselenggarakan pada Senin (12/10/2026) di Hotel Raffles Jakarta. Ajang tahunan […]

expand_less