Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu

ILUSTRASI. Pertumbuhan kredit UMKM kuartal 1 2026 hanya 0,1%,.
JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih tertahan pada awal 2026. Data Bank Indonesia menunjukkan kredit UMKM per Maret 2026 hanya tumbuh 0,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.498,4 triliun. Angka tersebut masih jauh dari target pertumbuhan 7 hingga 9 persen yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan untuk tahun ini. Meski begitu, capaian ini sedikit membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat kontraksi 0,6 persen yoy.
Berdasarkan skala usaha, kredit di segmen mikro tumbuh tipis 0,2 persen yoy menjadi Rp 659,5 triliun. Sementara kredit usaha menengah mulai menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan 0,9 persen yoy menjadi Rp 336,4 triliun, setelah sebelumnya sempat terkontraksi.
Sebaliknya, kredit usaha kecil masih mengalami tekanan dengan kontraksi 0,5 persen yoy menjadi Rp 502,5 triliun. Namun, penurunan ini lebih ringan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,5 persen yoy.
Dari sisi jenis penggunaan, kredit investasi UMKM masih menjadi penopang dengan pertumbuhan 9,6 persen yoy menjadi Rp 492,1 triliun. Di sisi lain, kredit modal kerja justru menyusut 4 persen yoy menjadi Rp 1.004,5 triliun, meski membaik dibandingkan kontraksi 4,9 persen pada periode sebelumnya.
Kondisi ini mencerminkan pelaku UMKM masih berhati-hati dalam ekspansi usaha, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan biaya produksi. Permintaan kredit untuk kebutuhan operasional pun belum sepenuhnya pulih.
Sebelumnya, OJK optimistis pertumbuhan kredit UMKM dapat meningkat pada paruh kedua tahun ini, seiring perbaikan daya beli masyarakat dan penguatan program pembiayaan dari pemerintah.
Namun hingga kuartal pertama, data menunjukkan pemulihan masih berjalan lambat. Akselerasi kredit UMKM dinilai membutuhkan dorongan tambahan, baik dari sisi permintaan maupun kebijakan yang lebih agresif untuk memperluas akses pembiayaan.
- Penulis: say say


