Real Madrid Tolak Guard of Honour untuk Barcelona?
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Lamine Yamal menggiring bola di samping Eduardo Camavinga dan Alvaro Carreras dalam laga final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026. (AP Photo/Altaf Qadri)
JAMBISNIS.COM – Rivalitas panas antara Real Madrid dan Barcelona kembali memanas. Kali ini bukan hanya soal perebutan gelar, tetapi menyentuh harga diri dan tradisi yang selama ini dijunjung tinggi di sepak bola Spanyol. Los Blancos dikabarkan enggan memberikan guard of honour atau pasillo kepada Barcelona jika rival abadinya itu resmi mengunci gelar La Liga musim ini lebih cepat.
Situasi ini berpotensi terjadi jelang laga akbar El Clasico yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Barcelona saat ini masih kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan signifikan, sementara Madrid tertahan di posisi kedua dengan peluang juara yang semakin menipis.
Tekanan di internal Madrid pun semakin terasa. Tim ibu kota Spanyol itu terancam menutup musim tanpa satu pun gelar mayor, setelah tersingkir dari Liga Champions dan gagal di kompetisi domestik lainnya.
Namun, alih-alih melunak, sikap Madrid justru semakin tegas. Mereka disebut tidak memiliki rencana memberikan penghormatan kepada Barcelona, meski laga nanti digelar di kandang lawan.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ketegangan antara kedua klub meningkat tajam akibat kasus kontroversial yang dikenal sebagai Kasus Negreira. Madrid menjadi salah satu pihak yang paling vokal menuntut investigasi mendalam terkait dugaan skandal wasit tersebut.
Situasi ini membuat hubungan antara dua raksasa Spanyol itu memburuk drastis. Tradisi pasillo yang biasanya menjadi simbol sportivitas kini terancam ditinggalkan demi menjaga gengsi klub.
Jika Barcelona berhasil memastikan gelar sebelum El Clasico, secara tradisi mereka berhak mendapatkan guard of honour. Namun, dengan kondisi hubungan yang sedang memanas, skenario tersebut tampaknya sulit terwujud.
Di sisi lain, kondisi mental skuad Madrid juga disebut sedang tidak stabil. Rentetan kegagalan musim ini membuat ruang ganti berada dalam tekanan tinggi, memperbesar kemungkinan munculnya keputusan emosional.
Publik kini menanti bagaimana drama ini akan berujung. Jika Madrid benar-benar menolak memberikan guard of honour, maka El Clasico kali ini tidak hanya soal pertandingan, tetapi juga pertarungan simbol kehormatan.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar