Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Negosiasi AS vs Iran Temukan Jalan Buntu, Program Nuklir hingga Selat Hormuz Jadi Pemicu

Negosiasi AS vs Iran Temukan Jalan Buntu, Program Nuklir hingga Selat Hormuz Jadi Pemicu

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah negosiasi maraton selama 21 jam gagal mencapai kesepakatan. Perundingan yang berlangsung sejak Sabtu (11/4/2026) itu memperpanjang ketidakpastian terkait kelanjutan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati selama dua pekan.

Negosiasi ini menjadi pertemuan langsung pertama antara kedua negara sejak Revolusi Islam Iran 1979, namun diwarnai perbedaan tajam pada sejumlah isu krusial.

Salah satu penyebab utama kegagalan adalah tuntutan Amerika Serikat agar Iran menghentikan sepenuhnya program nuklirnya. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa Washington membutuhkan komitmen tegas dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, Iran menolak tuntutan tersebut dan menilai permintaan AS tidak realistis. Teheran menegaskan bahwa program nuklir yang dijalankan hanya untuk kepentingan sipil dan sah secara internasional.

Selain isu nuklir, sengketa juga terjadi terkait pengelolaan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Iran bersikeras ingin mengendalikan selat tersebut, termasuk menerapkan biaya transit bagi kapal yang melintas. Sementara itu, AS menuntut jalur tersebut tetap terbuka tanpa hambatan.

Ketegangan juga diperparah dengan pembahasan mengenai sanksi ekonomi, ganti rugi perang, serta situasi keamanan di kawasan, termasuk konflik di Lebanon.

Dalam perkembangan terpisah, Pakistan sebagai mediator mendesak kedua pihak tetap mematuhi gencatan senjata guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Para analis menilai kebuntuan ini berpotensi memperburuk stabilitas global, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur distribusi sekitar 20 persen minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah tersebut telah memicu lonjakan harga energi global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investor Asal Jambi Djoni Masih Kuasai 525 Juta Saham MINA, Nilai Kepemilikan Tembus Rp143 Miliar

    Investor Asal Jambi Djoni Masih Kuasai 525 Juta Saham MINA, Nilai Kepemilikan Tembus Rp143 Miliar

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masih mencatatkan nama investor asal Jambi, Djoni, sebagai salah satu pemegang saham utama perusahaan hingga akhir 2025. Berdasarkan data komposisi pemegang saham per 31 Desember 2025, Djoni menguasai 525 juta lembar saham atau setara 5,33 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga saham MINA […]

  • Harga Sembako di Pasar Kasang Jambi Stabil, Ayam Broiler dan Cabai Rawit Hijau Naik per 9 Juni 2026

    Harga Sembako di Pasar Kasang Jambi Stabil, Ayam Broiler dan Cabai Rawit Hijau Naik per 9 Juni 2026

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, pada Selasa (9/6/2026) terpantau relatif stabil. Meski demikian, sejumlah komoditas menunjukkan kenaikan dan penurunan harga yang perlu menjadi perhatian. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mencatat, harga beras di pasar ini cenderung seragam. Beras Naruto, Anggur, Belido, hingga King dijual di kisaran Rp16.000 […]

  • Menkes Ungkap Orang Bergaji Rp100 Juta Masih Dapat Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

    Menkes Ungkap Orang Bergaji Rp100 Juta Masih Dapat Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap masih banyak masyarakat berpenghasilan tinggi yang mendapat bantuan iuran BPJS Kesehatan (PBI) dari pemerintah. Bahkan, ada peserta dengan gaji Rp100 juta per bulan yang iurannya masih ditanggung negara. Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (13/11/2025), Budi mengatakan temuan ini terungkap setelah dilakukan sinkronisasi data antara […]

  • Aturan Baru Pembayaran Pinjaman dari APBN untuk Pemda, BUMN, dan BUMD Resmi Berlaku

    Aturan Baru Pembayaran Pinjaman dari APBN untuk Pemda, BUMN, dan BUMD Resmi Berlaku

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Pemerintah resmi mengatur tata cara pembayaran pinjaman dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bagi pemerintah daerah (Pemda), BUMN, dan BUMD. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pemberian Pinjaman oleh Pemerintah Pusat, yang ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 September 2025. Dalam beleid tersebut, dijelaskan […]

  • 306 Proyek Properti Mandek karena Perizinan, Ancaman Investasi Rp34,5 Triliun dan 30.600 Lapangan Kerja

    306 Proyek Properti Mandek karena Perizinan, Ancaman Investasi Rp34,5 Triliun dan 30.600 Lapangan Kerja

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengungkapkan bahwa sebanyak 306 proyek properti terhambat akibat kendala perizinan. Kondisi ini berpotensi menahan realisasi investasi hingga Rp34,5 triliun dan mengancam penciptaan 30.600 lapangan kerja. Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari laporan 16 Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI. Total lahan proyek yang […]

  • Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Jambi Kompak Naik, Ayam Broiler Justru Turun

    Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Jambi Kompak Naik, Ayam Broiler Justru Turun

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Rabu (29/7/2026) didominasi kondisi stabil. Namun, kelompok komoditas cabai mengalami kenaikan cukup signifikan, sementara harga daging ayam broiler justru turun. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, cabai merah besar dan cabai merah kecil naik 22,22 persen menjadi Rp36.000 […]

expand_less