Rupiah Tembus Rp17.064 per Dolar AS, Terpuruk!
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan kuat. Kini rupiah tembus Rp17.064 per dolar AS.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kian terpuruk. Pagi ini rupiah sudah tembus Rp17.064 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan itu dipicu sentimen global dari lonjakan harga minyak dan ketegangan geopolitik, serta tekanan domestik dari defisit APBN yang melebar.
Berdasarkan data dari Antara, Selasa (7/4/2026), nilai tukar rupiah melemah 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.064 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.035 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,14% ke level 100,12.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memprediksi, rupiah hari ini fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.030 – 17.080 per dolar AS.
“Investor fokus pada tenggat waktu Presiden Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz,” katanya.
Rupiah juga diprediksi kembali melemah imbas sentimen yang meningkat tentang inflasi, seiring berlanjutnya lonjakan harga minyak dunia.
“Meningkatnya kembali harga minyak mentah juga memperkuat kekhawatiran inflasi bagi pasar keuangan, dengan biaya energi yang lebih tinggi diperkirakan akan menekan sektor transportasi, manufaktur, dan konsumen secara global jika Selat tetap diblokir,” Ibrahim menyoroti.
Dari sisi internal, rupiah diprediksi sulit keluar zona merah menyusul rilis defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Maret 2026 yang telah mencapai Rp 240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni hanya Rp99,8 triliun atau 0,41% terhadap PDB.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua



Saat ini belum ada komentar