Rabu, 24 Jun 2026
light_mode
Beranda » Properti » Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengungkapkan angka backlog atau kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia mengalami penurunan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 9.637.157 unit. Angka ini turun dibandingkan hasil Susenas 2023 yang mencapai sekitar 9,9 juta unit.

Kepala Divisi Riset Ekonomi SMF, Martin D Siyaranamual, menjelaskan bahwa angka backlog terbaru terdiri dari dua kelompok utama. Sekitar 5,5 juta rumah tangga tinggal di rumah yang bukan milik sendiri tetapi layak huni, sementara 4,1 juta rumah tangga lainnya tinggal di rumah yang bukan milik sendiri dan kondisinya tidak layak huni.

Menurut Martin, penurunan angka backlog tersebut belum sepenuhnya menunjukkan bahwa persoalan kebutuhan rumah di Indonesia telah teratasi.

“Apakah ini menandakan program perumahan pemerintah berjalan dan berhasil? Ya dan tidak. Karena belum dilihat secara detail keberhasilan dari program-program perumahan yang ada di Indonesia,” ujar Martin dalam konferensi pers kinerja tahunan SMF di Jakarta, awal Maret 2026.

Meski demikian, ia menilai berbagai program dan stimulus pemerintah memiliki kontribusi dalam menekan backlog perumahan.

Beberapa program tersebut antara lain Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), KUR Perumahan, rumah subsidi, hingga insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen. Kuota FLPP sendiri meningkat signifikan, dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit rumah pada 2025.

Martin menegaskan bahwa penurunan backlog tidak hanya dipengaruhi program pemerintah, tetapi juga faktor lain seperti perubahan tingkat kelahiran dan permintaan masyarakat terhadap rumah.

“Namun yang jelas, penurunan ini tentu tidak lepas dari peran program pemerintah,” kata dia.

Selain backlog kepemilikan rumah, Indonesia juga masih menghadapi backlog dari sisi kelayakan hunian. Pada tahun lalu, jumlah rumah tangga yang tinggal di rumah tidak layak huni mencapai sekitar 23,4 juta unit, turun dari sebelumnya sekitar 25 juta unit.

Rinciannya, sekitar 19 juta rumah tangga memiliki rumah sendiri namun kondisinya tidak layak, sedangkan 4,1 juta rumah tangga tinggal di rumah yang bukan milik sendiri dan tidak layak huni.

Dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan, SMF berperan menyediakan pendanaan jangka panjang bagi lembaga pembiayaan agar pasar pembiayaan perumahan tetap stabil.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, mengatakan perusahaan juga berperan dalam penyaluran FLPP sejak 2018 dengan porsi pembiayaan 25 persen, sementara sisanya berasal dari pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Menurut Ananta, untuk mendukung program tersebut SMF juga menerbitkan surat utang sebagai skema blended finance guna memperkuat pembiayaan perumahan nasional.

“Kami telah menerbitkan surat utang yang menjadi leverage dari dana pemerintah hingga 18 kali, dengan nilai mencapai Rp17,49 triliun,” ujarnya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek Harga Emas Antam di Jambi, Naik atau Turun

    Cek Harga Emas Antam di Jambi, Naik atau Turun

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam tidak mengalami perubahan hari ini. Kondisi ini menunjukkan harga emas masih bergerak stagnan setelah sempat melemah pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Berdasarkan data Jambisnis.com dari laman Logam Mulia pada Jumat (24/4/2026), harga emas Antam stabil di angka Rp 2.805.000 per gram. Sama seperti posisi sebelumnya tanpa kenaikan maupun penurunan. […]

  • Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

    Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional telah bangkit dan tidak lagi berstatus sebagai “sunset industry” atau industri yang menurun. Sempat dianggap mati suri, kini industri tekstil Indonesia justru kembali menorehkan catatan pertumbuhan positif. Modernisasi pabrik, efisiensi energi, dan dukungan pemerintah menjadi kunci kebangkitan sektor padat […]

  • Tubuh Sering Nyeri dan Kaku? Bisa Jadi Tanda Pengapuran Tulang

    Tubuh Sering Nyeri dan Kaku? Bisa Jadi Tanda Pengapuran Tulang

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengapuran tulang atau Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit sendi yang paling sering dialami masyarakat, terutama pada usia lanjut. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang, sehingga memicu gesekan langsung yang menimbulkan nyeri dan kekakuan. Masalah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat menurunkan kualitas […]

  • Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

    Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks ketahanan energi Indonesia pada 2025 tercatat meningkat dan masuk kategori tangguh. Namun, capaian itu belum sepenuhnya mencerminkan kemandirian energi nasional. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyebut indeks ketahanan energi Indonesia berada di angka 7,13 atau naik 0,39 dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan produksi dan cadangan gas […]

  • Rupiah Menguat Jadi Rp16.986 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Jadi Rp16.986 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat signifikan pada Rabu (1/4/2026). Penguatan itu ditopang optimisme meredanya konflik Timur Tengah dan melemahnya indeks dolar. Berdasarkan data dari Antara, nilai tukar rupiah menguat 55 poin atau 0,32 persen menjadi Rp16.986 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.041 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun […]

  • Rupiah Pagi Ini Menguat Jadi Rp16.780 per Dolar AS

    Rupiah Pagi Ini Menguat Jadi Rp16.780 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini, Selasa (27/1/2026). Dikutip dari Antara, rupiah dibuka bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.780 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.782 per dolar AS. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah hari ini akan menguat […]

expand_less