Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Kam, 5 Feb 2026
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), seiring rilis data PDB Indonesia.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65.
Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia Pasifik dibuka bervariasi. Yen Jepang melemah 0,03%, dolar Hong Kong menguat 0,03%, dolar Singapura melemah 0,02%, dolar Taiwan melemah 0,20%, dan won Korea Selatan turun 0,19%.
Lalu, yuan China melemah 0,04%, ringgit Malaysia turun 0,26%, dan baht Thailand melemah 0,05% di hadapan dolar AS.
Riset Trading Economics menyebut rupiah berbalik melemah, seiring sentimen pasar yang menjadi lebih hati-hati jelang rilis data domestik penting.
Pada hari ini, Kamis (5/2/2026), pasar menantikan rilis PDB Indonesia kuartal IV/2026, dengan pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali melambat akibat dampak lanjutan dari bencana Sumatra tahun lalu. Sementara itu, data cadangan devisa bulan Januari juga akan dirilis dalam beberapa hari ke depan setelah pada Desember mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan.
Di sisi lain, ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut meningkat setelah pemangkasan suku bunga sebesar 150 bps sejak September 2024, karena Bank Indonesia memprioritaskan pertumbuhan tahun ini di tengah output yang masih di bawah potensi.
Meski demikian, pelemahan rupiah tertahan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan nilai wajar rupiah berada di kisaran Rp16.500.
Secara terpisah, dikonfirmasi bahwa kesepakatan tarif timbal balik antara AS–Indonesia telah diselesaikan dan tinggal menunggu penandatanganan.
Adapun, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi sebelumnya memperkirakan rupiah akan ditutup melemah pada rentang Rp16.770-Rp16.800 per saham.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua


Saat ini belum ada komentar