Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.074 per Dolar AS, Tekanan Belum Mereda!

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.074 per Dolar AS, Tekanan Belum Mereda!

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Pelemahan ini membuat rupiah semakin tertekan setelah ditutup pada level Rp18.074 per dolar AS.

Mengutip Antara, rupiah melemah 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp18.074 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.060 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS terpantau stagnan. Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia itu bertahan di level 101,603, tanpa perubahan dibandingkan posisi sebelumnya.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperkirakan penyaluran kredit baru perbankan meningkat pada kuartal IV-2026. Berdasarkan Survei Perbankan Triwulan III-2026 yang dirilis Kamis (22/10/2026), Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru diproyeksikan naik menjadi 91,31 persen, dari 90,08 persen pada kuartal sebelumnya.

Prospek tersebut sejalan dengan penurunan Indeks Lending Standard (ILS) dari 0,28 menjadi 0,15. Angka ini mengindikasikan standar pemberian kredit diperkirakan lebih longgar, sehingga berpotensi mendukung pembiayaan kegiatan usaha.

Namun, sentimen eksternal masih menjadi perhatian pelaku pasar. Mengutip laporan The New York Times, Amerika Serikat dan Israel disebut telah menyusun rencana untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS pada November mendatang.

Ketidakpastian meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak sedang bernegosiasi dengan Teheran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Pada awal perdagangan Asia Jumat (23/10/2026), harga minyak mentah Brent berada di sekitar US$112,96 per barel setelah melonjak sekitar 4 persen pada perdagangan sebelumnya.

Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak menjadi risiko tersendiri. Sebagai negara pengimpor minyak bersih, Indonesia berpotensi menghadapi peningkatan tagihan impor energi dan kebutuhan dolar AS. Jika berlangsung berkelanjutan, kondisi tersebut juga dapat menambah tekanan inflasi dan biaya operasional dunia usaha.

Di sisi lain, investor beralih ke obligasi pemerintah AS atau US Treasury sebagai aset aman. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun lebih dari 17 basis poin menjadi 4,972 persen, sedangkan tenor dua tahun merosot lebih dari 16 basis poin menjadi 4,659 persen.

Penurunan imbal hasil obligasi AS berpotensi mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Namun, ketidakpastian geopolitik dan risiko kenaikan harga energi masih membayangi pergerakan rupiah.

Dengan kondisi tersebut, pelaku usaha perlu mencermati perkembangan kurs dan harga energi global, terutama perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor serta memiliki kewajiban pembayaran dalam dolar AS. Perubahan kedua faktor itu dapat memengaruhi biaya produksi, harga jual, dan perencanaan arus kas perusahaan.(*)

 

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali Melemah, Rupiah Sentuh Rp16.763 per Dolar AS

    Kembali Melemah, Rupiah Sentuh Rp16.763 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penguatan rupiah tidak bertahan lama. Pagi ini, Rabu (4/2/2026), rupiah dibuka menurun. Rupiah bergerak melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.763 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.754 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 97,37. Turun dari sehari sebelumnya […]

  • Ribuan Pabrik Pintar Canggih Beroperasi di China

    Ribuan Pabrik Pintar Canggih Beroperasi di China

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – China telah membangun lebih dari 7.000 pabrik pintar canggih dan kini menjadi basis aplikasi manufaktur cerdas terbesar di dunia. Data itu diumumkan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China pada Kamis (27/11/2025). Dilansir Antara, Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China Xin Guobin mengungkap data itu dalam pidatonya di Konferensi Manufaktur Cerdas Dunia (World […]

  • Nyeri Lambung Menjalar ke Punggung, Ini Penjelasan dr. Fajar Dwi Cahyo

    Nyeri Lambung Menjalar ke Punggung, Ini Penjelasan dr. Fajar Dwi Cahyo

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keluhan nyeri lambung yang menjalar hingga ke punggung belakang kerap dianggap sebagai gejala biasa dari asam lambung. Namun, kondisi ini ternyata bisa menandakan berbagai gangguan kesehatan yang lebih serius. Dokter Fajar Dwi Cahyo menjelaskan, nyeri yang berasal dari lambung dan menjalar ke punggung dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis. “Keluhan ini bisa disebabkan […]

  • BYD Perkenalkan Konsep Supercar Terbarunya: Futuristik!

    BYD Perkenalkan Konsep Supercar Terbarunya: Futuristik!

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, melalui sub-brand performanya Fang Cheng Bao (FCB), resmi memperkenalkan konsep supercar terbarunya, Formula X, dalam ajang Beijing Auto Show 2026. Dilaporkan oleh CarNewsChina pada Selasa waktu setempat, konsep ini ditampilkan bersamaan dengan lini sedan baru dari Fang Cheng Bao. Peluncuran tersebut merupakan bagian dari strategi arsitektur “FORM” yang […]

  • Harga Minyak Dunia Anjlok 2% Usai AS Tekan Rusia Akhiri Perang Ukraina

    Harga Minyak Dunia Anjlok 2% Usai AS Tekan Rusia Akhiri Perang Ukraina

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melemah pada Rabu, 19 November 2025, setelah laporan menyebut Amerika Serikat (AS) kembali mendorong Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina melalui sebuah kerangka kerja penyelesaian. Mengutip CNBC, Kamis (20/11/2025), harga minyak Brent berjangka turun USD 1,38 atau 2,13% menjadi USD 63,51 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) […]

  • Rupiah Menguat di Awal Pekan, Tapi masih di Rp17.200-an

    Rupiah Menguat di Awal Pekan, Tapi masih di Rp17.200-an

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026) pagi. Rupiah dibuka menguat sebesar 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.211 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.229 per dolar AS. Performa positif ini terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang terpantau melemah […]

expand_less