Jangan Asal Buka Kedai! Cek Lokasi, Modal, dan Peluang Usaha di Kota Jambi
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Tempat ngopi kedai Ahok Jelutung.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Memulai bisnis kuliner pada 2026 membutuhkan strategi yang lebih matang. Selain menentukan menu dan harga jual, calon pengusaha perlu menghitung potensi pelanggan, biaya sewa tempat, persaingan, serta kemampuan konsumen di sekitar lokasi usaha.
Kota Jambi menjadi salah satu wilayah yang menarik untuk menguji peluang bisnis makanan dan minuman. Namun, tingginya jumlah pelaku UMKM juga menunjukkan bahwa calon pengusaha harus memiliki pembeda agar tidak sekadar menambah persaingan.
Data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jambi yang dipublikasikan BPS mencatat terdapat 50.747 UMKM di Kota Jambi pada 2023. Angka tersebut terdiri atas 46.912 usaha mikro dan 3.835 usaha kecil. Data ini merupakan statistik 2023, bukan jumlah terkini pada 2026.
Sementara itu, Pemerintah Kota Jambi pernah menyebut sekitar 58.000 UMKM tersebar di 11 kecamatan, dengan sekitar 75 persen bergerak di bidang kuliner. Angka tersebut berasal dari pemberitaan pemerintah sebelumnya sehingga perlu dibaca sesuai waktu pendataannya.
Lokasi Usaha Kuliner yang Layak Diuji
Bagi pengusaha pemula, ada beberapa kawasan di Kota Jambi yang dapat disurvei berdasarkan karakter aktivitas masyarakatnya.
- Jelutung dan koridor Jalan Hayam Wuruk dapat menjadi pilihan untuk menguji usaha sarapan, makanan praktis, kopi, atau pesanan makan siang. Calon pengusaha perlu membandingkan arus pekerja, akses kendaraan, dan keberadaan pesaing sebelum menentukan titik gerai.
- Telanaipura dan kawasan Simpang IV Sipin dapat dipertimbangkan untuk usaha makanan harian, minuman siap bawa, serta kedai yang menyasar pekerja dan masyarakat sekitar. Kesesuaian lokasi tetap harus dibuktikan melalui survei langsung.
- Kawasan Pasar Jambi, termasuk sekitar Pasar Sitimang dan Pasar Sijimat, layak ditelusuri untuk usaha sarapan, makanan tradisional, dan jajanan dengan harga terjangkau. Pada April 2026, Pemerintah Kota Jambi mengumumkan pendataan ulang aset perdagangan di kawasan tersebut sekaligus mendorong pemanfaatan kios dan lapak.
Berapa Modal untuk Menyewa Tempat?
Biaya tempat dapat menjadi salah satu pengeluaran terbesar. Sebagai gambaran, penawaran ruko di Jelutung yang diperbarui pada Agustus 2026 tercatat Rp65 juta per tahun untuk bangunan dengan luas tanah 360 meter persegi dan luas bangunan 200 meter persegi. Portal properti lain juga menampilkan penawaran ruko di kawasan tersebut dengan harga yang berbeda. Harga iklan bukan harga transaksi dan tidak mewakili seluruh pasar sewa.
Karena itu, pengusaha dengan modal terbatas dapat memulai melalui dapur rumahan, pesanan daring, gerai kecil, atau menyewa lapak sebelum mengambil ruko permanen.
Sebagai simulasi, jika biaya tetap usaha mencapai Rp6 juta per bulan dan kontribusi keuntungan setelah biaya bahan serta kemasan sebesar Rp10.000 per transaksi, pengusaha membutuhkan 600 transaksi per bulan atau sekitar 20 transaksi sehari untuk menutup biaya tetap tersebut. Perhitungan ini belum mencakup biaya lain yang belum dimasukkan.
Strategi Memulai Bisnis agar Tidak Salah Langkah
Sebelum mengeluarkan modal besar, lakukan pengamatan lokasi pada pagi, siang, dan malam hari. Hitung calon pelanggan yang berpotensi membeli, bukan hanya kendaraan yang melintas. Bandingkan harga pesaing, uji beberapa menu, dan catat produk yang paling banyak dipesan.
Promosi melalui Google Maps, media sosial, layanan pesan antar, serta program pembelian pertama dapat membantu memperkenalkan produk. Pelaku usaha juga perlu menjaga konsistensi rasa, kebersihan, pelayanan, dan pengendalian biaya.
Pada akhirnya, peluang bisnis kuliner tidak hanya ditentukan oleh lokasi ramai. Kombinasi target pasar yang jelas, harga yang sesuai, produk yang dibutuhkan, dan modal yang terukur menjadi dasar untuk membangun usaha yang berkelanjutan.
- Penulis: say say
