Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » PSR Merangin Baru 144 Hektare, Pendapatan Petani Sawit Terancam Selama Masa Peremajaan

PSR Merangin Baru 144 Hektare, Pendapatan Petani Sawit Terancam Selama Masa Peremajaan

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Merangin menghadapi tantangan yang tidak berhenti pada pembaruan tanaman. Petani juga harus menjaga pendapatan keluarga selama sawit yang ditebang dan ditanam kembali belum menghasilkan tandan buah segar.

Dinas Perkebunan Provinsi Jambi mencatat realisasi PSR di Merangin baru mencapai 144 hektare hingga Juni 2026. Sementara itu, target program di tingkat provinsi mencapai 7.800 hektare pada 2026, dengan realisasi 3.054 hektare di delapan kabupaten hingga semester pertama.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Hendrizal menyatakan proses validasi masih berjalan. Program tersebut ditujukan untuk membantu petani memperbarui kebun sawit yang berusia lebih dari 25 tahun. Namun, bagi petani, keputusan melakukan peremajaan juga berarti harus menyiapkan keuangan untuk menghadapi masa ketika kebun belum memberikan hasil.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi kelapa sawit perkebunan rakyat di Provinsi Jambi mencapai 1,458 juta ton pada 2025. Angka tersebut memperlihatkan besarnya peran sawit dalam ekonomi perkebunan daerah. Meski demikian, data produksi provinsi tidak menunjukkan pendapatan setiap petani atau kondisi kebun yang sedang diremajakan di Merangin.

Bank Indonesia dalam laporan perekonomian Provinsi Jambi Agustus 2026 mencatat kredit sektor pertanian tumbuh 0,75 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, melambat dari 3,56 persen pada triwulan sebelumnya. Data tersebut mencakup sektor pertanian secara luas dan tidak secara khusus menggambarkan pembiayaan PSR. Namun, kondisi ini menegaskan pentingnya akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Selama masa peremajaan, petani perlu menghitung biaya persiapan lahan, bibit, pupuk, perawatan, serta kebutuhan rumah tangga. Tanaman sela atau pekerjaan tambahan dapat menjadi alternatif pendapatan, sepanjang sesuai dengan kondisi lahan, ketentuan program, dan kebutuhan tanaman utama.

Pemerintah daerah perlu memastikan petani memperoleh informasi mengenai persyaratan bantuan, jadwal pelaksanaan, pendampingan teknis, dan pilihan sumber penghidupan sementara.

Keberhasilan PSR tidak cukup dinilai dari luas lahan yang ditanam ulang. Program juga perlu diukur dari keberhasilan tumbuhnya tanaman, produktivitas setelah memasuki masa menghasilkan, dan kemampuan keluarga petani bertahan selama masa transisi.

Tags
  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Segram Tembus Rp2,679 Juta

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Segram Tembus Rp2,679 Juta

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali melanjutkan tren penguatan. Pada perdagangan Kamis (6/8/2026), harga logam mulia melesat tinggi dan kembali mencetak level tinggi. Mengutip laman Logam Mulia, emas Antam hari ini naik Rp50.000 menjadi Rp2.679.000 per gram. Angka tersebut naik dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp2.629.000 per gram. Pergerakan harga emas Antam […]

  • LPS Tetapkan Simpanan Layak Bayar Rp25,96 Miliar Usai Izin BPRS Gayo Dicabut

    LPS Tetapkan Simpanan Layak Bayar Rp25,96 Miliar Usai Izin BPRS Gayo Dicabut

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan Simpanan Layak Bayar (SLB) sebesar Rp 25,96 miliar untuk pembayaran dana nasabah Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Gayo Perseroda yang izin usahanya telah dicabut. Kepala Kantor Perwakilan Wilayah I LPS M. Yusron menjelaskan, total simpanan nasabah di BPRS Gayo mencapai sekitar Rp 29 miliar. Jumlah tersebut, Rp 25,96 […]

  • Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap bahwa minat masyarakat untuk membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh TNI dan Polri dengan harga jual lebih rendah. Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, menjelaskan bahwa para mitra penyalur seperti […]

  • KSP Pastikan Revitalisasi 71.744 Sekolah Negeri dan Swasta Merata, Anggaran Rp14 Triliun

    KSP Pastikan Revitalisasi 71.744 Sekolah Negeri dan Swasta Merata, Anggaran Rp14 Triliun

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan program revitalisasi sekolah berjalan merata tanpa membedakan status negeri maupun swasta. Pemerintah menargetkan sebanyak 71.744 satuan pendidikan direnovasi sepanjang 2026 dengan total anggaran mencapai Rp14 triliun. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, mengatakan Presiden Prabowo Subianto menekankan prinsip pemerataan dalam program tersebut. “Presiden tidak melihat ini sekolah negeri atau […]

  • Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

    Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia kian memainkan peran strategis di pasar pupuk global. Di tengah krisis pasokan dan lonjakan harga dunia, pupuk urea produksi dalam negeri menjadi incaran sejumlah negara. Kondisi geopolitik global, termasuk terganggunya jalur distribusi internasional, mendorong kenaikan harga urea secara signifikan. Pada awal April 2026, harga urea tercatat mencapai sekitar 690 dolar AS hingga […]

  • RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

    RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyebut Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income). Namun, di tengah capaian tersebut, tren lapangan kerja formal justru mengalami penyusutan, terutama di kalangan kelas menengah. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia saat ini masih berada di batas bawah kategori upper middle income. Produk […]

expand_less