Cetak Sawah Rakyat Batang Hari Dikebut, 11,95 Hektare di Desa Olak Disiapkan untuk Produksi Pangan
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

BRMP Jambi mencatat realisasi kegiatan di Desa Olak mencapai 10,50 hektare dari target 11,95 hektare. Perkembangan ini menunjukkan pentingnya pengawasan lapangan agar pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran dan kendala teknis dapat segera ditangani.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2026 di Kabupaten Batang Hari terus didorong untuk memperluas areal pertanian dan memperkuat produksi pangan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Desa Olak, dengan sasaran pembukaan sawah seluas 11,95 hektare. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi sebelumnya melaporkan bahwa proses pembersihan dan perataan lahan di Desa Olak telah mencapai 100 persen. Namun, pembukaan lahan merupakan tahap awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan sawah tersebut benar-benar ditanami, menghasilkan panen, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dalam pemantauan lanjutan, BRMP Jambi mencatat realisasi kegiatan di Desa Olak mencapai 10,50 hektare dari target 11,95 hektare. Perkembangan ini menunjukkan pentingnya pengawasan lapangan agar pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran dan kendala teknis dapat segera ditangani.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Kabupaten Batang Hari memiliki luas panen padi sekitar 7.252 hektare pada 2025, dengan produksi mencapai 29.870 ton gabah kering giling (GKG). Produktivitas rata-rata tercatat sekitar 41,19 kuintal per hektare.
Angka tersebut menjadi gambaran dasar untuk melihat potensi kontribusi perluasan sawah baru. Meski demikian, lahan CSR seluas 11,95 hektare tidak serta-merta menghasilkan tambahan produksi dalam jumlah tertentu. Hasil akhirnya bergantung pada luas yang benar-benar ditanami, produktivitas, kondisi tanah, ketersediaan air, dan keberhasilan panen.
Secara regional, produksi padi Provinsi Jambi pada 2025 mencapai 367.790 ton GKG dari luas panen sekitar 80.373 hektare. Produksi beras untuk konsumsi penduduk diperkirakan mencapai 212.760 ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Perluasan sawah di Batang Hari berpotensi menambah aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari jasa pengolahan tanah, penyediaan benih dan pupuk, tenaga kerja tanam, hingga kegiatan panen. Namun, manfaat ekonominya perlu dihitung dengan membandingkan hasil produksi terhadap biaya usaha tani.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan kesiapan jaringan pengairan, kesesuaian varietas, pendampingan penyuluh, akses sarana produksi, serta kepastian penyerapan hasil panen. Evaluasi juga perlu mencakup biaya produksi dan pendapatan petani.
Keberhasilan Cetak Sawah Rakyat tidak cukup diukur dari luas lahan yang dibuka. Ukuran yang lebih penting adalah berapa hektare yang benar-benar produktif, berapa hasil panen yang diperoleh, dan apakah usaha tani tersebut mampu memberikan pendapatan yang layak bagi petani.
- Penulis: say say
