Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tak Mau Tumbang! Dolar AS Loyo, Kurs Pagi Ini Turun ke Rp17.896

Rupiah Tak Mau Tumbang! Dolar AS Loyo, Kurs Pagi Ini Turun ke Rp17.896

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah akhirnya bisa keluar dari tekanan. Sempat melemah pada penutupan sebelumnya, mata uang Indonesia kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (9/10/2026), sekaligus menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Mengutip Antara, rupiah hari ini dibuka menguat 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.896 per dolar AS. Posisi tersebut membaik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.915 per dolar AS.

Meski kenaikannya masih terbatas, pergerakan tersebut membawa rupiah kembali ke bawah level Rp17.900 per dolar AS pada pembukaan pasar.

Menariknya, penguatan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS mengalami pelemahan. Perdagangan hari ini, dolar AS melemah 0,10 persen ke level 102,041.

Pelemahan dolar AS turut memberi ruang bagi sejumlah mata uang dunia untuk bergerak menguat. Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga mencatatkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, sembilan dari 10 mata uang Asia yang dipantau bergerak di zona hijau, termasuk rupiah. Yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang yang melemah terhadap dolar AS pada pagi ini.

Dong Vietnam memimpin penguatan dengan apresiasi 0,31% ke posisi VND25.809/US$, disusul baht Thailand yang naik 0,18% ke THB33,59/US$.

Selain itu, Peso Filipina berhasil berbalik menguat sekitar 0,12% ke level PHP62,788/US$. Setelah di penutupan perdagangan sebelumnya, mata uang Filipina itu harus terparkir di zona merah di level PHP 62,866/US$ dan menjadi level terlemah sepanjang masa.

Dolar Taiwan dan dolar Singapura masing-masing mencatat penguatan 0,08% ke posisi TWD31,913/US$ dan SGD1,2797/US$.

Sementara itu, yuan China dan ringgit Malaysia sama-sama menguat 0,05% ke CNY6,6987/US$ dan MYR4,086/US$.

Won Korea Selatan mencatat penguatan paling tipis sebesar 0,02% ke posisi KRW1.341,63/US$.

Sebaliknya, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang yang melemah setelah terdepresiasi 0,07% ke posisi JPY157,98/US$.

Pelemahan dolar terjadi ketika reli greenback mulai kehilangan momentum, seiring turunnya imbal hasil Treasury AS dan meredanya tekanan di pasar obligasi Eropa.

Mengutip Reuters, yield Treasury AS tenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 5,233% pada perdagangan Kamis, sementara tenor 30 tahun merosot 5,4 basis poin ke 5,607%. Penurunan tersebut terjadi setelah lelang obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun mendapat respons positif dari pasar.

Imbal hasil Treasury AS juga menuju penurunan mingguan terbesar dalam sekitar tiga bulan. Kondisi ini mengurangi salah satu faktor yang sebelumnya menopang penguatan dolar, yakni tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkatkan daya tarik aset berbasis greenback.

Di sisi lain, euro mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah dalam 17 bulan di US$1,1161 pada awal pekan. Mata uang tunggal Eropa kemudian bergerak ke kisaran US$1,1211 seiring mulai stabilnya pasar obligasi Prancis.

Meski demikian, euro masih berada di jalur pelemahan mingguan kelima berturut-turut, dengan penurunan sekitar 0,3% sepanjang pekan ini dan lebih dari 3% dalam lima pekan terakhir.

“Dolar berada dalam posisi unggul yang rapuh, ditopang oleh lemahnya euro dan yen,” ujar Vishnu Varathan, Head of Asia-Pacific Macro Strategy Mizuho Securities, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Matt Simpson, Senior Analyst StoneX, menilai tekanan jual terhadap euro mulai kehilangan momentum setelah pelemahan tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Meski dolar masih bertahan di level relatif tinggi, penurunan yield Treasury AS dan mulai stabilnya euro menjadi faktor yang membatasi penguatan greenback menjelang akhir pekan.(*)

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geger! Dollar ke Rupiah Hari Ini Naik ke Rp18.000, Ini Dampaknya!

    Geger! Dollar ke Rupiah Hari Ini Naik ke Rp18.000, Ini Dampaknya!

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS – Nilai tukar dollar ke rupiah hari ini kembali mencatatkan rekor baru dengan menembus level psikologis Rp18.000 pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), di mana setiap pengamat ekonomi memantau pergerakan dollar ke rupiah hari ini dengan sangat hati-hati. Pelemahan rupiah ini menjadi sorotan utama pasar keuangan Indonesia dan memantik kekhawatiran masyarakat terhadap dampak ekonomi […]

  • Pertamina Pastikan Merger Tiga Anak Usaha Tanpa PHK Karyawan

    Pertamina Pastikan Merger Tiga Anak Usaha Tanpa PHK Karyawan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) memastikan proses merger tiga anak usaha, yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) tidak dibarengi pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan jaminan tersebut telah disampaikan langsung kepada karyawan. “Tadi pagi kami sudah […]

  • Mantan Wapres Jusuf Kalla Jadi Korban Mafia Tanah, Lahan 16 Hektare di Makassar Disebut Diserobot

    Mantan Wapres Jusuf Kalla Jadi Korban Mafia Tanah, Lahan 16 Hektare di Makassar Disebut Diserobot

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kasus mafia tanah kembali mencuat dan kali ini menimpa tokoh nasional, mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). JK mengaku lahan miliknya seluas 16,4 hektare di kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar telah dieksekusi secara tidak sah dan kini beralih tangan ke pihak lain. JK menyebut eksekusi tersebut melanggar prosedur hukum dan ketentuan Mahkamah […]

  • Wamen Helvi Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Industri Berkelanjutan

    Wamen Helvi Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Industri Berkelanjutan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan dukungan penuh terhadap pelaku UMKM yang berfokus pada pengembangan industri berkelanjutan agar dapat bertransformasi dan naik kelas. Pernyataan itu disampaikan Helvi saat meninjau program Help Me Grow di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025). Program ini merupakan inisiatif […]

  • Sektor Gadget Jadi Penopang Terbesar Kinerja Paylater Indodana 2025

    Sektor Gadget Jadi Penopang Terbesar Kinerja Paylater Indodana 2025

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Indodana Multi Finance (Indodana Finance) mengungkapkan bahwa sektor elektronik dan gadget masih menjadi penopang terbesar dalam kinerja layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater milik perusahaan. Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, menjelaskan bahwa kontribusi besar dari segmen tersebut didorong oleh kerja sama perusahaan dengan berbagai merchant di seluruh Indonesia. “Kerja sama […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun Hari Ini

    Harga Emas di Pegadaian Turun Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian mengalami penurunan pada Rabu (25/3/2026). Dua produk andalan Pegadaian, emas batangan UBS dan Galeri24 sama-sama mencatat koreksi harga dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, emas UBS kini berada di level Rp2.852.000 per gram. Sementara Galeri24 dibanderol Rp2.838.000 per gram. Angka ini lebih rendah dibandingkan Selasa […]

expand_less