Pelabuhan Ujung Jabung Kembali Dilirik Investor, Proyek Rp222 Miliar Menanti Kelanjutan
- account_circle say say
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- print Cetak

Masterplan Pelabuhan ujung jabung.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pelabuhan Ujung Jabung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, kembali mendapat perhatian setelah perusahaan internasional gabungan Amerika Serikat dan Dubai menyatakan minat untuk terlibat dalam pengembangannya. Peluang tersebut muncul ketika proyek yang digagas sejak 2013 itu masih belum beroperasi secara penuh.
Gubernur Jambi Al Haris pada Maret 2026 menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap investor yang ingin melanjutkan pengembangan pelabuhan tersebut. Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya menyerahkan upaya pencarian investor kepada Kementerian Perhubungan karena kemampuan APBD untuk membiayai kelanjutan proyek dinilai terbatas.
Persoalan Ujung Jabung bukan proyek baru. Pembangunannya dimulai pada 2013 di kawasan Sungai Itik, Kecamatan Sadu, dengan kawasan sekitar 4.200 hektare. Sejumlah fasilitas awal telah dibangun, termasuk tiang pancang dan pondasi. Namun pembangunan kemudian mengalami stagnasi.
Nilai investasi pemerintah yang telah masuk juga tidak kecil. Kejaksaan Tinggi Jambi pada 2026 menyebut total dana yang telah dikucurkan untuk pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Ujung Jabung ditaksir mencapai Rp222 miliar. Proyek tersebut kini juga menjadi bagian dari penanganan hukum terkait dugaan korupsi pengadaan tanah, yang masih dalam proses penyidikan.
Dalam catatan pembangunan sebelumnya, terdapat pula alokasi sekitar Rp98 miliar dari APBD Provinsi Jambi, Rp201 miliar dari APBN Kementerian Perhubungan periode 2014–2019 dan Rp45 miliar dari Kementerian PUPR. Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya beberapa periode dan komponen pendanaan, sehingga tidak dapat dijumlahkan sebagai satu angka kumulatif tanpa rekonsiliasi dokumen anggaran.
Salah satu persoalan utamanya adalah keterbatasan kemampuan fiskal daerah untuk meneruskan proyek berskala besar. Pada 2025, Pemprov Jambi menyatakan pembangunan diambil alih Kementerian Perhubungan dan pemerintah pusat mencari skema pendanaan serta investor swasta. Kemenhub sendiri disebut belum memiliki dana pembangunan yang cukup untuk melanjutkan proyek tersebut.
Selain persoalan pembiayaan, status kewenangan dan belum tuntasnya pembangunan fasilitas pelabuhan juga menjadi hambatan. Dokumen Pemprov Jambi menyebut pembangunan Ujung Jabung yang belum selesai telah menghambat optimalisasi konektivitas ekonomi kawasan.
Persoalan tersebut menjadi semakin serius karena pembangunan akses menuju kawasan juga pernah menghadapi masalah. Pada 2026, Kejati Jambi mengungkap proyek jalan menuju Ujung Jabung yang direncanakan sejak 2011 tidak menunjukkan progres fisik meski anggaran pembebasan lahannya telah dikucurkan.
Padahal, posisi Ujung Jabung cukup strategis. Pelabuhan ini berada di pesisir timur Jambi dan masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, sehingga berpotensi menjadi pintu keluar-masuk komoditas Jambi menuju pasar domestik maupun internasional.
Potensi ekonominya juga berkaitan langsung dengan struktur produksi Jambi. Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu basis pertanian, perkebunan, perikanan dan sumber daya alam. Jika pelabuhan berfungsi optimal, komoditas seperti kelapa, sawit, hasil perikanan dan produk industri pengolahan dapat memiliki jalur distribusi yang lebih dekat ke pasar.
Manfaat ekonominya tidak berhenti pada aktivitas bongkar muat. Pelabuhan dapat menciptakan kebutuhan terhadap angkutan barang, pergudangan, cold storage, jasa logistik, perbankan, perawatan kapal, perdagangan, perhotelan hingga industri pengolahan.
Karena itu, masuknya investor pada 2026 menjadi peluang untuk menghidupkan kembali proyek yang telah menyerap ratusan miliar rupiah tersebut. Namun, investasi baru tidak cukup hanya membangun dermaga. Pelabuhan harus terhubung dengan jalan, kawasan industri, sumber komoditas dan pasar.
Jika seluruh rantai tersebut terbentuk, Ujung Jabung berpotensi berubah dari proyek infrastruktur yang tertunda menjadi simpul logistik dan perdagangan yang menghubungkan sentra produksi Jambi dengan pasar regional dan internasional.
- Penulis: say say
