Bukan Arabika, Bukan Robusta! Kopi Gambut Tanjab Barat Ini Bisa Jadi Ladang Cuan
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Buah kopi Liberika Tungkal.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM — Bukan arabika. Bukan pula robusta. Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) punya kopi khas yang tumbuh di lingkungan tak biasa: lahan gambut.
Namanya Kopi Liberika Tungkal.
Kopi khas Jambi tersebut banyak dibudidayakan masyarakat di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Betara, Tanjab Barat. Tak sekadar menjadi komoditas perkebunan, kopi ini perlahan berkembang menjadi peluang usaha yang menggerakkan ekonomi masyarakat.
Daya tarik Kopi Liberika Tungkal terletak pada karakter yang berbeda dari kopi pada umumnya. Ukuran bijinya relatif lebih besar, sementara cita rasanya memiliki perpaduan asam, manis, dan herbal.
Karakter tersebut tidak lepas dari lingkungan tempat kopi tumbuh. Jika sebagian besar perkebunan kopi identik dengan wilayah dataran tinggi, Liberika Tungkal justru berkembang di lahan gambut.
Keunikan itu pula yang membuat Kopi Liberika Tungkal memiliki nilai jual tersendiri. Bagi pelaku usaha, karakter khas tersebut menjadi modal untuk mengembangkan produk olahan dan memperluas pasar.
Namun, nama Liberika Tungkal ternyata bukan sejak awal digunakan masyarakat.
Sukarti Ningsih, warga yang mengetahui perkembangan Kopi Liberika Tungkal, mengatakan masyarakat dulunya menyebut tanaman kopi tersebut dengan istilah kopi besar dan kopi kecil.
Penyebutan itu kemudian berubah menjadi nama yang lebih spesifik setelah Menteri Pertanian Suswono menetapkan kopi asal Tanjab Barat tersebut sebagai Liberika Tungkal Komposit (LIBTUKOM) melalui surat keputusan pada 6 Desember 2013.
“Iya, waktu itu langsung dikasih nama oleh Menteri Pertanian, yaitu Kopi Liberika Tungkal Komposit. Kalau dulu cuma kopi besar dan kopi kecil. Nah, kalau sekarang sudah ada namanya,” ujar Sukarti.
Sejak memiliki identitas yang lebih kuat, pengembangan Liberika Tungkal tidak berhenti di kebun.
Masyarakat Kelurahan Mekar Jaya mulai mengembangkan potensi kopi tersebut melalui sektor ekowisata. Kebun kopi di Kecamatan Betara menjadi tempat bagi pengunjung untuk melihat langsung tanaman Liberika Tungkal sekaligus mencicipi produk olahannya.
Pengelolaan ekowisata tersebut dilakukan melalui Ekowisata Sukerjo yang dikelola masyarakat Kelurahan Mekar Jaya dengan dukungan PetroChina International Jabung Ltd.
Dari sini, potensi cuannya menjadi semakin luas. Kebun kopi tidak hanya menghasilkan biji, tetapi juga dapat menjadi tujuan kunjungan sekaligus ruang untuk memperkenalkan produk lokal.
Peluang tersebut kemudian merambah sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Salah satunya melalui Gerai UMKM Mekar Jaya yang menjadi tempat pemasaran berbagai produk berbahan dasar Kopi Liberika Tungkal.
Di sana, kopi tidak hanya dijual sebagai minuman biasa. Produk Liberika Tungkal juga dikembangkan menjadi berbagai sajian kopi kekinian yang menyasar konsumen dengan selera berbeda.
Rantai usaha tersebut membuat Kopi Liberika Tungkal memiliki potensi ekonomi yang lebih panjang. Mulai dari petani yang membudidayakan kopi, pengolahan hasil panen, produk UMKM, hingga aktivitas ekowisata.
Dengan kata lain, kopi yang tumbuh di lahan gambut itu tidak sekadar menawarkan rasa yang berbeda.
Liberika Tungkal juga membuka jalan bagi masyarakat Tanjab Barat untuk mengubah komoditas lokal menjadi peluang usaha dan sumber cuan.(*)
Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.
- Penulis: darmanto zebua
