Kota Tua Jambi Dihidupkan Lagi, UMKM Kuliner Mulai Bergerak, Pasar Jambi Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru
- account_circle say say
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Suasana malam di Kota Tua, Kota Jambi.Foto/detik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kawasan Pasar Jambi kembali mendapat perhatian sebagai salah satu titik ekonomi potensial di pusat Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi pada April 2026 resmi meluncurkan Wisata Kuliner Kota Tua di kawasan depan Hotel Duta, Kecamatan Pasar, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan wisata di kawasan bersejarah tersebut.
Program ini tidak hanya menyasar sektor pariwisata, tetapi juga membuka ruang baru bagi pelaku UMKM kuliner, ekonomi kreatif, fesyen dan usaha berbasis komunitas. Pemerintah menggandeng BUMD PT Siginjai Sakti sebagai pengelola kawasan.
Sebelum pembukaan, jumlah pendaftar tenant disebut hampir mencapai 60 pelaku usaha, sementara tahap awal dibatasi sekitar 40 tenant. Pelaku usaha lokal menjadi prioritas, terutama yang bergerak di bidang kuliner. Tenant mendapatkan fasilitas seperti tenda, listrik, meja dan perlengkapan pendukung dengan retribusi Rp27.500 per hari.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kuliner malam menjadi salah satu bisnis yang paling cepat mendapatkan ruang di kawasan Kota Tua. Selain makanan tradisional dan kuliner kekinian, pemerintah juga membuka peluang bagi kegiatan fesyen, pameran batu akik, pertunjukan seni, live music dan kegiatan komunitas. Aktivitas budaya bahkan mulai rutin digelar untuk menarik pengunjung pada malam hari.
Dari sisi pasar, Kecamatan Pasar memiliki karakter yang cukup unik. Data kependudukan 2025 mencatat jumlah penduduk Kecamatan Pasar Jambi sekitar 10.954 jiwa. Angka tersebut relatif kecil dibandingkan kecamatan lain di Kota Jambi, tetapi kawasan ini memiliki kepadatan penduduk tinggi karena luas wilayahnya hanya sekitar 1,67 kilometer persegi.
Artinya, kekuatan Pasar Jambi bukan semata-mata berasal dari jumlah penduduk yang tinggal di dalam kecamatan. Traffic pekerja, pedagang, konsumen, wisatawan dan masyarakat dari kecamatan lain menjadi faktor yang jauh lebih penting.
Pemerintah sendiri menargetkan kawasan Kota Tua beroperasi setiap hari pukul 17.00–23.00 WIB, sehingga terbentuk aktivitas ekonomi malam yang sebelumnya relatif terbatas.
Jika konsisten dikembangkan, Pasar Jambi berpeluang berubah dari sekadar kawasan perdagangan lama menjadi pusat kuliner malam, wisata sejarah dan ekonomi kreatif.
Dalam perspektif Location Matters 2026, Pasar Jambi menarik bukan karena memiliki populasi terbesar, melainkan karena memiliki history, density, accessibility dan existing traffic yang sudah terbentuk.
- Penulis: say say
