Dari Kulit Kopi hingga Produk Olahan, Muhammad Hidayat Angkat Potensi Pertanian Kerinci
- account_circle Fitri Amalia
- calendar_month 25 menit yang lalu
- print Cetak

Pengembangan produk olahan berbasis komoditas lokal seperti ini menjadi salah satu cara untuk mempertemukan potensi pertanian daerah dengan kebutuhan pasar, sekaligus membuka ruang bagi produk Kerinci untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Potensi hasil pertanian Kabupaten Kerinci terus membuka peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya dilakukan oleh Muhammad Hidayat, Founder PT Cascara Kerinci Agro. Dia dan tim mengolah berbagai hasil pertanian lokal menjadi produk makanan dan minuman.
Perusahaan yang Ia dirikan sejak 2020 ini mengawali usahanya dengan mengolah kulit kopi menjadi Cascara Tea Kerinci, sebelum kemudian mengembangkan sejumlah produk lain berbasis potensi pertanian daerah.
“PT Cascara Kerinci Agro fokus pada pengolahan hasil pertanian serta pengembangan produk makanan dan minuman. Dari awalnya mengembangkan Cascara Tea Kerinci, kita memperluas lini produk melalui Coffea Datok, Teh Dakoci, dan Caca Kriuk Pengolahan,” ujarnya.
Mengolah Kulit Kopi Menjadi Produk Bernilai Tambah
Salah satu produk yang menjadi unggulan PT Cascara Kerinci Agro adalah Cascara Tea Kerinci. Produk ini memanfaatkan kulit kopi dari perkebunan kopi di Kabupaten Kerinci yang kemudian diolah menjadi teh.
Cascara Tea Kerinci tersedia dalam dua varian, yakni Jahe Merah dan Kayu Manis. Produk tersebut mengusung cita rasa dan aroma khas hasil olahan kulit kopi Kerinci.
Selain Cascara Tea, perusahaan juga mengembangkan Coffea Datok, kopi Arabika asli Kerinci yang disebut sebagai warisan yang diturunkan secara turun-temurun.
Ada pula Teh Dakoci, produk berbahan daun kopi Kerinci yang dipetik dari kebun di tepian sungai dan diproses menggunakan metode tradisional.
Sementara itu, lini produk lainnya adalah Caca Kriuk Pengolahan, camilan yang dibuat menggunakan rempah-rempah pilihan dengan karakter rasa gurih dan renyah.
Kapasitas Produksi Ribuan Produk per Bulan
Pengembangan produk tersebut juga didukung kapasitas produksi yang mencapai ribuan unit setiap bulan.
“Dokumen perusahaan mencatat, Cascara Tea Kerinci memiliki kapasitas produksi masing-masing 2.500 pcs per bulan untuk varian Kayu Manis dan Jahe Merah. Coffea Datok mencapai 3.000 pcs per bulan, dan Teh Dakoci dan Caca Kriuk masing-masing memiliki kapasitas produksi 2.000 pcs per bulan,” jelas Hidayat.
Bagi perusahaan, pengolahan hasil pertanian tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan produk konsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal.
Cascara Tea, misalnya, memanfaatkan bagian kulit kopi yang diolah menjadi produk minuman. Sementara Coffea Datok membawa identitas kopi Arabika Kerinci, dan Teh Dakoci mengangkat pemanfaatan daun kopi sebagai bagian dari produk olahan.
Bidik Pasar Lebih Luas
Hidayat mengatakan, sejak awal berdiri, PT Cascara Kerinci Agro menyatakan komitmennya untuk menggunakan bahan baku berkualitas, menghadirkan produk yang unik dengan harga terjangkau, memberikan pelayanan kepada pelanggan, serta terus menciptakan produk baru.
“Kita juga ada target untuk memperluas pemasaran hingga pasar internasional,” katanya.
Dengan mengembangkan produk berbasis hasil pertanian Kerinci, PT Cascara Kerinci Agro berupaya memperluas nilai ekonomi komoditas lokal melalui proses pengolahan.
Perusahaan saat ini beralamat di Jalan Rajo Mudo, Desa Kemantan Agung, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci.
Pengembangan produk olahan berbasis komoditas lokal seperti ini menjadi salah satu cara untuk mempertemukan potensi pertanian daerah dengan kebutuhan pasar, sekaligus membuka ruang bagi produk Kerinci untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.(*)
- Penulis: Fitri Amalia
