Sosok Ernawati, Pengusaha Jambi yang Sukses Bangun Bisnis di Arab Saudi
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ernawati saat dialog di Jambi tv dalam program Kopi pahit.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perjalanan menjadi pengusaha tidak selalu dimulai dari modal besar dan kondisi yang serba mudah. Hal itu pula yang tergambar dari perjalanan Hj Ernawati, perempuan asal Jambi yang kini membangun bisnis hingga ke Arab Saudi.
Di balik bisnis yang dijalankannya saat ini, ada perjalanan panjang yang diwarnai tantangan, keberanian mengambil peluang, hingga pengalaman menghadapi utang dalam jumlah besar.
Ernawati pernah berada dalam kondisi terlilit utang sekitar Rp10 miliar. Kondisi tersebut justru menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan bisnisnya.
Dalam podcast Ngopi Pahit, Ernawati menceritakan bagaimana dirinya tetap memilih menghadapi persoalan tersebut. Ia tidak menghindari pihak-pihak yang menjadi kreditur, tetapi terus membangun komunikasi sambil mencari jalan untuk menyelesaikan kewajibannya.
Menurut Ernawati, utang tersebut akhirnya dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun. Dari pengalaman itu, perjalanan bisnisnya kemudian berkembang semakin jauh.
Ernawati mulai membangun jaringan bisnis di Arab Saudi melalui sektor perjalanan umrah. Pada awalnya, ia membantu sejumlah perusahaan travel Indonesia mendapatkan akomodasi bagi jemaah di Arab Saudi. Posisi tersebut membuatnya banyak berinteraksi dengan hotel, travel, hingga berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan jemaah.
Kemampuan berbahasa Arab juga menjadi salah satu modal penting dalam membangun relasi di sana. Selama beberapa tahun, Ernawati menjalankan bisnis dengan menjadi penghubung antara perusahaan travel dan penyedia akomodasi. Dari sinilah ia mulai melihat peluang yang lebih besar.
Sekitar lima tahun kemudian, ia mulai menggunakan sistem allotment. Sederhananya, Ernawati menyewa sejumlah kamar hotel untuk kemudian dipasarkan kembali kepada jaringan travel.
Langkah tersebut menjadi titik penting dalam perkembangan bisnisnya. Jika sebelumnya hanya menjadi perantara, Ernawati mulai memiliki kendali lebih besar terhadap ketersediaan kamar dan kebutuhan akomodasi jemaah.
Dari awal menyewa sekitar satu lantai atau 20 kamar, bisnis tersebut terus berkembang. Ernawati kini mengaku mengelola sekitar 20 hotel di Arab Saudi untuk kebutuhan akomodasi jemaah umrah.
Pasarnya pun tidak hanya berasal dari Indonesia. Ia menyebut jaringan bisnisnya telah melayani pasar dari sejumlah negara, seperti Aljazair, Mesir, Turki, Uzbekistan dan beberapa negara di Afrika.
Perjalanan tersebut kemudian membawa Ernawati membangun bisnis yang lebih luas di sektor layanan haji dan umrah melalui PT Bintang Global Group. Bisnisnya tidak berhenti pada penyediaan hotel. Layanannya berkembang mencakup berbagai kebutuhan perjalanan jemaah, mulai dari tiket penerbangan, akomodasi, katering, visa, transportasi hingga handling.
Di Makkah, bisnisnya juga berkembang ke sektor katering. Perusahaan menyebut fasilitas dapurnya mampu melayani sekitar 3.000 jemaah per hari atau sekitar 9.000 porsi makanan. Menariknya, setelah cukup lama membangun bisnis di Timur Tengah, Ernawati juga mulai membawa aktivitas usahanya kembali ke Jambi.
Pada Agustus 2026, ia meresmikan sebuah SPBU di Jambi. Kehadirannya di daerah asal menunjukkan bahwa ekspansi bisnis Ernawati tidak hanya bergerak dari Indonesia ke Arab Saudi, tetapi juga mulai kembali membangun usaha di tanah kelahirannya.
Perjalanan Ernawati menjadi gambaran bahwa membangun bisnis bukan sekadar soal seberapa besar modal yang dimiliki. Ada jaringan yang harus dibangun, peluang yang harus dibaca, dan tentu saja keberanian untuk tetap berjalan ketika kondisi sedang tidak berpihak.
Dari Jambi, Ernawati membangun langkahnya ke Arab Saudi. Dari bisnis perjalanan umrah, ia kemudian berkembang ke akomodasi, katering, transportasi dan berbagai layanan pendukung jemaah.
- Penulis: say say
