Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Beranda » Kuliner » Sejarah Cakue, Roti Goreng Legendaris dari Tiongkok yang Kini Jadi Jajanan Favorit di Indonesia

Sejarah Cakue, Roti Goreng Legendaris dari Tiongkok yang Kini Jadi Jajanan Favorit di Indonesia

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Siapa yang tidak kenal cakue? Jajanan berbentuk panjang yang renyah di luar dan lembut di dalam ini sudah puluhan tahun menjadi teman sarapan maupun camilan sore masyarakat Indonesia.

Mulai dari pedagang kaki lima hingga gerai modern, cakue tetap memiliki penggemarnya sendiri. Bahkan, kini banyak inovasi bermunculan dengan isian ayam, abon, keju, sosis hingga cokelat. Meski tampil lebih modern, sejarah panjang cakue ternyata berawal dari sebuah kisah legenda di

Cakue dikenal di Tiongkok dengan nama youtiao atau you tiao. Makanan ini diperkirakan sudah ada sejak masa Dinasti Song (960–1279 M) dan menjadi salah satu menu sarapan paling populer di negeri tersebut.

Menurut berbagai literatur sejarah kuliner Tiongkok, youtiao biasanya disantap bersama bubur nasi (congee), susu kedelai hangat, atau teh. Hingga kini, kebiasaan tersebut masih mudah ditemukan di berbagai kota di Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, hingga Singapura.

Namun, di balik kelezatannya, youtiao ternyata menyimpan cerita sejarah yang cukup unik.

Salah satu kisah yang paling dikenal menyebutkan bahwa cakue lahir sebagai simbol kemarahan rakyat terhadap seorang pejabat korup bernama Qin Hui. Kala itu, Jenderal Yue Fei, seorang pahlawan Dinasti Song yang terkenal patriotik, dihukum mati setelah difitnah melakukan pengkhianatan. Banyak masyarakat percaya bahwa Qin Hui menjadi dalang di balik hukuman tersebut.

Sebagai bentuk protes, rakyat kemudian membuat dua potong adonan yang disatukan, melambangkan Qin Hui dan istrinya. Adonan itu kemudian digoreng dalam minyak panas sebagai simbol hukuman kepada pasangan tersebut.

Nama makanan itu konon berasal dari ungkapan “you zha gui”, yang berarti “menggoreng iblis”. Seiring waktu, penyebutannya berubah menjadi youtiao dan berkembang menjadi makanan yang lebih dikenal sebagai roti goreng panjang.

Meski kisah ini lebih banyak dianggap sebagai legenda rakyat daripada fakta sejarah yang pasti, cerita tersebut sangat populer dan terus diwariskan hingga sekarang.

Cakue mulai dikenal di Indonesia melalui para perantau Tionghoa yang datang ke Nusantara sejak ratusan tahun lalu.

Nama cakue sendiri berasal dari dialek Hokkien yang kemudian mengalami penyesuaian pelafalan di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, makanan ini tidak lagi hanya dikonsumsi masyarakat Tionghoa, tetapi menjadi bagian dari kuliner Nusantara.

Di berbagai daerah, cakue mengalami adaptasi sesuai selera lokal. Ada yang disajikan dengan saus sambal, saus kacang, saus cuko, mayones, hingga diisi daging ayam, ikan, atau udang.

Di Kota Jambi sendiri, cakue cukup mudah ditemukan di pasar tradisional, pusat jajanan malam, hingga gerai makanan modern. Sekilas membuat cakue tampak sederhana. Bahannya hanya terdiri dari tepung terigu, air, garam, ragi, dan sedikit bahan pengembang. Namun, menghasilkan cakue yang sempurna membutuhkan teknik yang tidak mudah.

Adonan harus diuleni hingga kalis, kemudian didiamkan beberapa jam agar mengembang. Setelah itu adonan dipotong memanjang, disatukan berpasangan, lalu digoreng dalam minyak panas sambil terus dibalik agar mengembang merata.

Hasil akhirnya adalah cakue dengan bagian luar berwarna keemasan dan renyah, sementara bagian dalam tetap berongga dan lembut.

Perkembangan dunia kuliner membuat cakue ikut berevolusi. Jika dahulu hanya berupa roti goreng polos, kini banyak pelaku usaha menghadirkan berbagai varian baru.

Mulai dari cakue isi ayam, daging sapi, abon, tuna, keju mozzarella, sosis, telur, hingga varian manis seperti cokelat dan matcha.

Bahkan beberapa kedai menjadikan cakue sebagai menu kekinian dengan tambahan saus keju, saus pedas Korea, hingga bumbu tabur berbagai rasa.

Meski tampil lebih modern, cita rasa khas cakue tetap dipertahankan sehingga mampu menarik minat berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Di era makanan viral dan tren kuliner yang terus berganti, cakue justru menunjukkan daya tahannya sebagai salah satu jajanan legendaris. Harga yang relatif terjangkau, rasa yang gurih, serta fleksibilitas penyajiannya membuat makanan ini tetap diminati masyarakat. Tidak sedikit pelaku UMKM yang menjadikan cakue sebagai peluang usaha karena modalnya relatif kecil tetapi memiliki pasar yang luas.

Lebih dari sekadar jajanan, cakue menjadi bukti bagaimana sebuah makanan dari budaya lain dapat beradaptasi dan menyatu dengan kekayaan kuliner Indonesia tanpa kehilangan identitas sejarahnya.

Tags
  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp18 Ribu per Kg

    Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp18 Ribu per Kg

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan anjlok hingga Rp18 ribu per kilogram (kg), jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp25 ribu per kg. Kondisi ini membuat peternak mengalami kerugian cukup besar. Berdasarkan data Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Harga Pokok Produksi (HPP) ayam hidup saat ini […]

  • Harga Emas Antam Terus Meningkat, Cek Disini!

    Harga Emas Antam Terus Meningkat, Cek Disini!

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam terus meningkat. Bila sebelumnya dibanderol Rp2.415.000, kini emas Antam menjadi Rp2.425.000 per gram mengalami kenaikan sebesar Rp10.000. Emas Antam paling murah kini dibanderol Rp1,26 juta, sedangkan emas Antam paling mahal dihargai Rp2,36 miliar. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga menguat menjadi Rp2.286.000 per gram. Transaksi harga jual […]

  • ESDM Beri Izin Ekspor Konsentrat Tembaga Amman Mineral Selama 6 Bulan, Dorong Penyelesaian Smelter

    ESDM Beri Izin Ekspor Konsentrat Tembaga Amman Mineral Selama 6 Bulan, Dorong Penyelesaian Smelter

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi memberikan izin ekspor konsentrat tembaga kepada PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) untuk jangka waktu enam bulan. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No. 6 Tahun 2025, yang merevisi aturan sebelumnya, guna memberi kelonggaran bagi perusahaan tambang yang proyek smelter-nya tertunda akibat kondisi kahar. […]

  • Emas Pegadaian Kompak Ambruk! Antam Turun Rp10 Ribu, Cuan Kembali Tertekan

    Emas Pegadaian Kompak Ambruk! Antam Turun Rp10 Ribu, Cuan Kembali Tertekan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang diperdagangkan di Pegadaian kembali kehilangan kilaunya. Setelah sempat menguat, tiga jenama emas yang menjadi pilihan masyarakat dan investor kompak turun pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Berdasarkan data laman resmi Sahabat Pegadaian, emas Galeri24, Antam, dan UBS sama-sama mengalami koreksi harga. Penurunan memang tidak terlalu dalam. Namun, koreksi serentak tersebut membuat harga […]

  • Bukan Sekadar Nongkrong, Cloudnine Coffee & Eatery Jadi Kantor Kedua Pekerja di Jambi

    Bukan Sekadar Nongkrong, Cloudnine Coffee & Eatery Jadi Kantor Kedua Pekerja di Jambi

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Kafe kini tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati kopi atau berkumpul bersama teman. Bagi sebagian pekerja dan freelancer jaman now, kafe juga menjadi ruang alternatif untuk menyelesaikan pekerjaan, mengikuti rapat daring, hingga bertemu klien. Fenomena ini turut terlihat di Cloudnine Coffee & Eatery, kafe yang mengusung konsep industrial dengan fasilitas yang mendukung aktivitas […]

  • Skema Pembiayaan Impor 105 Ribu Pikap untuk Kopdes, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

    Skema Pembiayaan Impor 105 Ribu Pikap untuk Kopdes, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pembiayaan pengadaan kendaraan operasional tersebut bersumber dari pinjaman perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). “Jadi Kopdes Merah Putih meminjam […]

expand_less