Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Musim Kemarau Bikin Ban Cepat Aus dan Retak, Ini Peringatan Penting untuk Pengendara

Musim Kemarau Bikin Ban Cepat Aus dan Retak, Ini Peringatan Penting untuk Pengendara

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Musim kemarau tak hanya berdampak pada suhu udara, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kondisi kendaraan, khususnya ban. Suhu jalan yang lebih tinggi saat kemarau disebut dapat mempercepat keausan hingga memicu retakan pada ban kendaraan.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pengendara. Pasalnya, ban merupakan komponen vital yang berperan langsung dalam keselamatan berkendara.

National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, menjelaskan bahwa peningkatan suhu pada ban saat digunakan merupakan hal yang wajar, terutama saat musim kemarau.

“Peningkatan suhu pada ban saat berkendara, terutama di musim kemarau, merupakan kondisi yang normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, suhu tinggi yang terus-menerus dapat mempercepat proses keausan ban. Bahkan, dalam kondisi tertentu, dapat memicu retakan pada permukaan ban yang berisiko membahayakan pengendara.

Untuk itu, pengendara diimbau lebih rutin memeriksa tekanan angin serta kondisi tapak ban. Tekanan angin yang tidak sesuai dapat memperparah dampak panas, sementara tapak ban yang sudah aus akan mengurangi daya cengkeram di jalan.

“Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Karena itu, penting bagi pengguna SUV (sport utility vehicle) untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan,” Apriyanto Yuwono.

Dalam kondisi tersebut, menjaga performa ban tetap optimal menjadi semakin penting, terutama saat kendaraan melintasi permukaan jalan yang rusak.

Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi salah satu pemicu utama yang memperbesar risiko insiden di jalan tol. Ban yang tidak prima lebih rentan mengalami aus hingga pecah.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Robert Leonard Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi

    Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Robert Leonard Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Sekjen Kemenkeu), Jumat (27/3/2026). Robert menggantikan Heru Pambudi yang telah menjabat selama sekitar lima tahun sejak 2021. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24/TPA/2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 16 Maret 2026. Dalam prosesi pelantikan di […]

  • Ekonomi Provinsi Jambi 2025 Tumbuh 4,93 Persen, PDRB Tembus Rp349,66 Triliun

    Ekonomi Provinsi Jambi 2025 Tumbuh 4,93 Persen, PDRB Tembus Rp349,66 Triliun

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perekonomian Provinsi Jambi sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jambi tumbuh 4,93 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang tercatat 4,50 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp349,66 triliun, sementara PDRB atas […]

  • Pemerintah Sita 4.000 Ton Monasit Bernilai Rp300 Triliun

    Pemerintah Sita 4.000 Ton Monasit Bernilai Rp300 Triliun

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia menyita ribuan ton mineral tanah jarang jenis monasit dari tambang ilegal di Bangka. Presiden Prabowo Subianto menyebut nilai ekonominya bisa mencapai Rp300 triliun, menjadikannya salah satu penyelamatan sumber daya alam terbesar dalam sejarah Indonesia. Saat meninjau enam smelter sitaan negara di PT Tinindo Internusa, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkalpinang, Senin (6/10/2025), Prabowo […]

  • Haram Paksakan Ego! Syarat Utama Pelatih Timnas Indonesia

    Haram Paksakan Ego! Syarat Utama Pelatih Timnas Indonesia

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PSSI tidak main-main dalam berburu pelatih Timnas Indonesia yang baru. Ada standar tinggi yang ditetapkan federasi bagi sang juru taktik anyar. Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, membocorkan kriteria krusial yang wajib dipenuhi. Bukan sekadar nama besar, tapi soal kecocokan filosofi. Amali menegaskan bahwa arsitek baru nanti harus paham betul materi pemain Skuad […]

  • Jangan Asal Pakai Ban Besar pada Sepeda Motor, Ini Risiko dan Dampaknya bagi Keselamatan

    Jangan Asal Pakai Ban Besar pada Sepeda Motor, Ini Risiko dan Dampaknya bagi Keselamatan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penggunaan ban berukuran lebih besar pada sepeda motor kian menjadi tren di kalangan pengendara. Selain dianggap mampu meningkatkan tampilan kendaraan menjadi lebih gagah, modifikasi ini juga dinilai memberikan kesan lebih kokoh. Namun di balik itu, penggunaan ban yang tidak sesuai standar pabrikan ternyata menyimpan sejumlah risiko, terutama terkait performa dan keselamatan berkendara. Ban […]

  • Desil BPS Jadi Sorotan: Benarkah Pengeluaran Rp3 Juta Sudah Masuk 10 Persen Terkaya?

    Desil BPS Jadi Sorotan: Benarkah Pengeluaran Rp3 Juta Sudah Masuk 10 Persen Terkaya?

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Angka desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali menjadi perbincangan. Narasi bahwa seseorang dengan pengeluaran Rp3 juta per bulan sudah masuk kelompok 10 persen terkaya Indonesia bahkan ikut beredar di ruang publik. Namun, klaim tersebut perlu dibaca dengan hati-hati. Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan desil bukan ukuran kekayaan absolut dan […]

expand_less