Harga Minyak Indonesia ICP April 2026 Melonjak ke US$117,31 per Barel, Dipicu Konflik Timur Tengah
- account_circle say say
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi fasilitas produksi minyak. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) naik signifikan pada April 2026 akibat meningkatnya tensi geopolitik global.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 melonjak signifikan menjadi 117,31 dollar AS per barel. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kekhawatiran pasokan energi global.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kenaikan ICP sebesar 15,05 dollar AS atau sekitar 14,7 persen dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 102,26 dollar AS per barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa lonjakan harga dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Peningkatan harga minyak mentah dipicu oleh risiko gangguan pasokan global, khususnya akibat kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain konflik, ketegangan di jalur strategis seperti Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran, serta serangan terhadap infrastruktur energi turut memperkuat sentimen pasar.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi China yang mencapai sekitar 5 persen pada kuartal I 2026 juga mendorong peningkatan permintaan minyak global, sehingga ikut menopang harga.
Meski demikian, pemerintah melihat adanya faktor yang berpotensi menahan laju kenaikan harga, di antaranya proyeksi penurunan permintaan minyak global pada kuartal II 2026 serta peluang terbukanya kembali jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Secara global, pergerakan harga minyak utama menunjukkan tren bervariasi. Harga Brent dan WTI mengalami kenaikan moderat, sementara Dated Brent mencatat lonjakan lebih tinggi. Di sisi lain, harga minyak dari kelompok OPEC justru mengalami penurunan.
- Penulis: say say

