Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tinggal Rp3 dari Rp18.000, Dolar AS Makin Menekan!

Rupiah Tinggal Rp3 dari Rp18.000, Dolar AS Makin Menekan!

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap rupiah belum juga mereda. Mata uang Indonesia kembali terpuruk menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (29/9/2026).

Rupiah kini benar-benar berada di ujung level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Jaraknya hanya Rp3.

Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.997 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.978 per dolar AS.

Di sisi lain, dolar AS masih menunjukkan penguatan meski tipis. Indeks dolar AS tercatat naik 0,01 persen ke posisi 101,209.

Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan dolar AS sebesar 0,22 persen pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Dari sisi moneter, BI melakukan stabilisasi rupiah melalui intervensi di pasar spot, non-deliverable forward (NDF), dan domestic non-deliverable forward (DNDF).

BI kini mengurangi porsi intervensi melalui pasar spot karena transaksi tersebut dilakukan dengan menjual dolar secara langsung sehingga dapat mengurangi cadangan devisa. Porsi intervensi spot saat ini hanya sekitar 30% dari keseluruhan intervensi BI.

“Jumlahnya sekitar 30% dari total intervensi yang kami lakukan. Intervensi ada di DNDF, NDF, dan spot,” ujar Destry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR.

Sebelumnya, intervensi BI lebih banyak dilakukan melalui pasar spot. Namun, pengembangan pasar DNDF dan NDF membuat kedua instrumen tersebut kini dinilai lebih efektif untuk meredam tekanan terhadap rupiah tanpa terlalu membebani cadangan devisa.

Kendati demikian, Destry mengakui tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari pergerakan pasar keuangan. Terdapat persoalan fundamental dan struktural yang memerlukan koordinasi dengan pemerintah, terutama melalui Kementerian Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Karena itu, stabilisasi rupiah perlu dibarengi dengan penguatan ekspor barang dan jasa serta peningkatan investasi. Langkah tersebut diperlukan untuk memperbesar pasokan valuta asing di dalam negeri.

BI bersama pemerintah juga terus membahas berbagai program untuk meningkatkan ekspor dan menarik investasi, baik investasi langsung maupun investasi portofolio. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat stabilitas rupiah di tengah tingginya tekanan dari dolar AS.(*)

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Tembus US,32 Miliar pada Maret 2026

    Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Tembus US$3,32 Miliar pada Maret 2026

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada Maret 2026. Nilainya mencapai US$3,32 miliar, memperpanjang tren positif selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus tersebut terutama ditopang oleh kinerja sektor nonmigas. “Neraca perdagangan barang pada Maret 2026 tercatat surplus […]

  • Dirut Bulog Tegaskan Beras Satu Harga Hanya Berlaku untuk SPHP

    Dirut Bulog Tegaskan Beras Satu Harga Hanya Berlaku untuk SPHP

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kebijakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke hanya berlaku untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kebijakan ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan program, termasuk menutup biaya distribusi beras ke seluruh wilayah Indonesia. Menurut Rizal, Bulog menerima margin fee 7 persen sebagai dukungan […]

  • Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

    Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor properti ritel di Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan. Fenomena penutupan gerai-gerai besar dan department store seperti Transmart dan Sogo di beberapa lokasi bukan pertanda kemunduran, melainkan indikasi kuat adanya pergeseran preferensi konsumen dan evolusi model bisnis ritel. Di tengah perubahan ini, Indonesia, khususnya Jakarta, menawarkan pangsa pasar yang menarik bagi masuknya brand-brand […]

  • Minyak Dunia Menguat di Akhir Tahun, Kebijakan Fiskal China Jadi Penopang

    Minyak Dunia Menguat di Akhir Tahun, Kebijakan Fiskal China Jadi Penopang

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Harga minyak dunia hari ini, Senin (29/12/2025), tercatat menguat tipis seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek permintaan energi dari China serta reli komoditas di akhir tahun. Mengutip Bloomberg, harga minyak Brent naik ke atas US$61 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$57 per barel. Kenaikan harga minyak sejalan dengan penguatan sejumlah […]

  • Bahlil Targetkan Lelang EPC Proyek Gas Raksasa Blok Masela Dimulai 2026

    Bahlil Targetkan Lelang EPC Proyek Gas Raksasa Blok Masela Dimulai 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan proses lelang Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk proyek gas raksasa Abadi, Blok Masela, dapat dilakukan pada tahun 2026. Setelah lebih dari dua dekade perencanaan, proyek gas Blok Masela kini memasuki babak baru yang diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia. […]

  • Inflasi April 2026 Naik 2,42 Persen, Pangan dan Emas Jadi Biang Kerok

    Inflasi April 2026 Naik 2,42 Persen, Pangan dan Emas Jadi Biang Kerok

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42 persen. Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana inflasi April 2025 tercatat sebesar 1,95 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa seluruh komponen pengeluaran mengalami inflasi. Kelompok makanan, […]

expand_less