Hiswana Migas Jambi Apresiasi Pemblokiran 8.589 Nopol BBM Subsidi
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Antrain kendaraan yang akan mengisi solar di SPBU Kota Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Jambi mengapresiasi langkah PT Pertamina Patra Niaga memblokir ribuan nomor polisi (nopol) kendaraan yang terindikasi menyalahgunakan pembelian BBM bersubsidi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Dari total 8.589 nopol yang diblokir, sebanyak 1.117 kendaraan tercatat berasal dari Provinsi Jambi. Pemblokiran dilakukan terhadap kendaraan yang diduga melakukan penyalahgunaan dalam pembelian BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar. Ketua Hiswana Migas Jambi, Hafiz Fattah, mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.
Menurutnya, pengawasan melalui sistem barcode atau QR Code telah membantu mengendalikan pembelian BBM subsidi di SPBU. Namun, sistem tersebut tetap perlu dievaluasi secara berkala untuk menutup peluang penyalahgunaan.
“Ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan keadilan distribusi agar BBM subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” ujar Hafiz.
Ia juga mendorong adanya pembaruan data penerima barcode secara berkala. Menurut Hafiz, pembaruan tersebut penting untuk mengurangi potensi kesalahan data sekaligus meningkatkan akurasi pengawasan di lapangan.
Adapun 8.589 nopol yang diblokir Pertamina Patra Niaga Sumbagsel tersebar di lima provinsi. Rinciannya, 2.439 nopol di Sumatera Selatan, 2.793 di Lampung, 1.117 di Jambi, 966 di Bengkulu, dan 1.274 di Bangka Belitung.
Hafiz berharap pengawasan tidak berhenti pada pemblokiran kendaraan, tetapi dilanjutkan dengan evaluasi sistem secara berkala sehingga distribusi BBM subsidi dapat semakin transparan dan tepat sasaran.
- Penulis: say say
