Ekonomi Jambi Tumbuh 4,93 Persen, Bagaimana Perubahan Aktivitas Bisnis Membentuk Peta Ekonomi Daerah?
- account_circle say say
- calendar_month 9 menit yang lalu
- print Cetak

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Jambi pada 2025 tumbuh 4,93 persen, meningkat dibandingkan 4,50 persen pada 2024. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp349,66 triliun dengan PDRB per kapita Rp92,79 juta. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada transportasi dan pergudangan sebesar 8,88 persen.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tidak hanya tercermin dari angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga dari perubahan aktivitas bisnis yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Ketika ekonomi tumbuh, kebutuhan terhadap lokasi usaha, distribusi barang, jasa transportasi hingga pusat konsumsi ikut berkembang.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Jambi pada 2025 tumbuh 4,93 persen, meningkat dibandingkan 4,50 persen pada 2024. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp349,66 triliun dengan PDRB per kapita Rp92,79 juta. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada transportasi dan pergudangan sebesar 8,88 persen.
Angka tersebut menarik jika dilihat dari perspektif lokasi bisnis. Pertumbuhan transportasi dan pergudangan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya membutuhkan tempat untuk menjual produk, tetapi juga membutuhkan titik distribusi yang mampu menghubungkan produksi dengan konsumen.
Karakter tersebut terlihat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Kabupaten yang kuat pada pertanian dan perkebunan memiliki kebutuhan lokasi yang berbeda dengan daerah yang berkembang sebagai pusat perdagangan, jasa, pariwisata atau industri.
BPS sendiri menyediakan data PDRB kabupaten/kota Jambi 2021–2025 yang dapat digunakan untuk melihat struktur ekonomi, konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor serta komponen permintaan setiap daerah. Dengan demikian, peta peluang bisnis Jambi sebenarnya tidak bisa dibaca hanya dari pusat pemerintahan provinsi.
Bagi pelaku usaha, perubahan ini membawa satu pesan penting: lokasi bisnis perlu dibaca berdasarkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Kawasan dengan pertumbuhan penduduk, perdagangan, transportasi atau industri yang meningkat dapat menciptakan kebutuhan baru. Sebaliknya, lokasi yang terlihat ramai belum tentu memiliki konsumen yang sesuai dengan produk tertentu.
Inilah mengapa lokasi bukan sekadar alamat. Di balik sebuah lokasi terdapat arus manusia, barang, modal dan konsumsi yang membentuk peluang bisnis.
- Penulis: say say
