Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Makin Perkasa! Tembus Rp17.871, Makin Menjauh dari Rp18.000

Rupiah Makin Perkasa! Tembus Rp17.871, Makin Menjauh dari Rp18.000

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah masih perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia kembali melanjutkan tren penguatan secara beruntun pada perdagangan Kamis (8/10/2026).

Mengutip Antara, rupiah menguat 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp17.871 per dolar AS. Penguatan tersebut melanjutkan posisi perdagangan sebelumnya yang ditutup di level Rp17.887 per dolar AS.

Kenaikan ini membuat rupiah kembali menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Pergerakan rupiah juga mendapat dukungan dari pelemahan indeks dolar AS. Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS terpantau turun 0,06 persen ke level 102,178.

Pergerakan rupiah hari ini turut dipengaruhi sejumlah sentimen domestik dan global.

Dari domestik, perhatian pasar tertuju pada rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 oleh Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB hari ini.

Pada Agustus, IKK tercatat sebesar 118,5, meningkat dari 116,8 pada Juli. Kenaikan tersebut menunjukkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi masih terjaga, dengan indeks bertahan di atas level 100.

Data terbaru akan menjadi perhatian pasar untuk melihat apakah keyakinan konsumen kembali meningkat pada September. Perkembangan indeks tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai prospek konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dari eksternal, pelaku pasar mencermati hasil risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dirilis Kamis (8/10/2026) dini hari WIB.

Risalah tersebut menunjukkan mayoritas pejabat The Federal Reserve (The Fed) memperkirakan masih diperlukan satu kali kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir 2026, seiring inflasi AS yang masih berada di atas target 2%.

Dalam pertemuan September, The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%.

Berdasarkan proyeksi suku bunga yang dirilis pada September, sebanyak 16 dari 18 pejabat FOMC memperkirakan masih ada satu kenaikan suku bunga tahun ini, tetapi tidak memperkirakan kenaikan lanjutan pada 2027. Meski demikian, belum ada kepastian apakah kenaikan berikutnya akan dilakukan pada pertemuan Oktober atau Desember.

“Dalam mempertimbangkan prospek kebijakan moneter setelah rapat saat ini, sebagian besar peserta menilai bahwa kenaikan kembali kisaran target suku bunga federal funds kemungkinan akan tepat dilakukan sebelum akhir tahun,” sebagaimana tertuang dalam risalah pertemuan FOMC.

Meski demikian, The Fed menekankan bahwa keputusan kebijakan moneter selanjutnya tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi dan keseimbangan risiko.

Prospek kenaikan suku bunga AS lebih lanjut berpotensi menopang dolar AS dan meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar. Namun, dolar AS terpantau melemah pada perdagangan pagi ini, sehingga tekanan terhadap rupiah dari sisi penguatan greenback relatif mereda.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • DME, Energi Alternatif Pengganti LPG untuk Kurangi Impor Gas dan Emisi Karbon

    DME, Energi Alternatif Pengganti LPG untuk Kurangi Impor Gas dan Emisi Karbon

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia terus mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gas elpiji (LPG). Salah satu inovasi yang kini menjadi sorotan adalah Dimethyl Ether (DME), bahan bakar alternatif yang disebut-sebut mampu menggantikan peran LPG di masa depan. DME merupakan senyawa eter paling sederhana dengan rumus kimia CH₃OCH₃. Bahan ini memiliki karakteristik mirip dengan LPG, […]

  • Asosiasi Rokok Kecil-Menengah Tolak Rencana Menkeu Purbaya Tambah Layer Cukai Rokok

    Asosiasi Rokok Kecil-Menengah Tolak Rencana Menkeu Purbaya Tambah Layer Cukai Rokok

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) menolak keras rencana pemerintah menambah layer tarif cukai rokok yang tengah disiapkan oleh Kementerian Keuangan. Asosiasi yang menaungi perusahaan rokok kecil dan menengah itu menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan industri rokok legal dan justru menguntungkan peredaran rokok ilegal. Ketua Formasi, Heri Susianto, mengatakan penambahan layer tarif cukai […]

  • Harga Perak Antam Melesat Kencang

    Harga Perak Antam Melesat Kencang

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam terpantau melesat pada Jumat (20/2/2026). Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini menguat sebesar Rp 750 ke level Rp 49.150 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Kamis (19/2/2026) melejit sebesar Rp 800 ke level Rp 48.400 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat […]

  • Daftar 19 Kereta Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

    Daftar 19 Kereta Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sedikitnya 19 perjalanan kereta api jarak jauh menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 13 perjalanan yang sempat diumumkan pada pagi hari. Penyesuaian dilakukan seiring proses penanganan korban, investigasi, […]

  • IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

    IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah lembaga keuangan internasional seperti IMF, Bank Dunia, OECD, dan Japan Credit Rating Agency (JCR) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 di bawah 5 persen, lebih rendah dari target pemerintah yang menargetkan pertumbuhan minimal di angka tersebut. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian perdagangan, tarif impor Amerika Serikat, dan lemahnya permintaan ekspor […]

  • Malam Tahun Baru 2026, LRT Jabodebek Layani Penumpang hingga Dini Hari

    Malam Tahun Baru 2026, LRT Jabodebek Layani Penumpang hingga Dini Hari

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang jam operasional LRT Jabodebek untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Layanan kereta ringan ini akan beroperasi hingga dini hari, tepatnya sampai pukul 01.44 WIB pada 1 Januari 2026. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika Putra, mengatakan bahwa kebijakan ini diberlakukan […]

expand_less