Investasi Menguat, Peta Kebutuhan Tenaga Kerja Batang Hari Mulai Berubah
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

FOTO/ILUSTRASI.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai membawa perubahan terhadap kebutuhan tenaga kerja. Tantangan daerah ke depan bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi memastikan tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Batang Hari tumbuh 5,21 persen pada 2025, meningkat dibandingkan pertumbuhan 3,42 persen pada 2024. Pada triwulan I 2026, ekonomi Batang Hari masih tumbuh 4,52 persen secara tahunan, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan mencapai sekitar Rp3,81 triliun.
Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan masuknya investasi. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang Hari mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp594,527 miliar, atau hampir menyamai target investasi sepanjang tahun sebesar Rp600 miliar. Investasi tersebut terutama berasal dari sektor perkebunan dan pembangunan industri pengolahan kelapa sawit. Bahkan, terdapat tujuh pabrik CPO yang masih dalam tahap pembangunan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap tenaga kerja produksi, operator mesin, teknisi, mekanik, administrasi, logistik hingga tenaga profesional. Jika hilirisasi kelapa sawit berkembang, kebutuhan tenaga kerja juga dapat semakin beragam. Data BPS Kabupaten Batang Hari menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2025 sebesar 4,21 persen, turun dari 4,49 persen pada 2024. Jumlah angkatan kerja mencapai 159.144 orang, dengan 152.441 orang bekerja.
Di tingkat provinsi, kondisi pasar kerja Jambi juga membaik. BPS mencatat TPT Jambi turun menjadi 3,99 persen pada Februari 2026, kemudian berada di 4,10 persen pada Mei 2026. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Jambi sepanjang 2026 tetap tumbuh pada kisaran 4,20–5,00 persen.
Namun, ekspansi investasi tidak otomatis membuat seluruh pencari kerja terserap. BPS mencatat struktur tenaga kerja Jambi masih didominasi sektor pertanian, sementara TPT lulusan SMK pada Agustus 2025 mencapai 7,95 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan skills mismatch antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha.
Karena itu, peningkatan keterampilan teknis, sertifikasi, penguasaan teknologi dan kemampuan beradaptasi dengan sistem kerja industri menjadi semakin penting. Bagi pelaku usaha, perubahan tersebut sekaligus membuka peluang baru. Jasa pelatihan, sertifikasi, transportasi pekerja, katering, hunian, laundry, logistik hingga berbagai layanan pendukung industri berpotensi ikut tumbuh.
Dengan investasi yang terus bergerak, Batang Hari tidak hanya sedang membangun pabrik, tetapi juga membentuk ekosistem ekonomi baru. Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat lokal menjadi bagian utama dari pertumbuhan tersebut.
- Penulis: say say
