Kualitas Udara Jambi Memburuk, Aktivitas Bisnis dan Ekonomi Mulai Terdampak
- account_circle say say
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- print Cetak

Kualitas udara jambi semakin memburuk.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kualitas udara di Kota Jambi pada Senin (5/10/2026) kembali menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara atau AQI⁺ US di Jambi mencapai 320 dan masuk kategori berbahaya. IQAir mencatat PM2.5 sebagai salah satu polutan utama dengan konsentrasi 235,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Dalam pemantauan yang sama, IQAir juga menampilkan peringatan “Active fire nearby”, yang menunjukkan adanya aktivitas kebakaran di sekitar wilayah pemantauan.
Data IQAir tersebut berasal dari dua stasiun yang diatribusikan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sementara itu, pemantauan BMKG Sultan Thaha Jambi yang diberitakan RRI sebelumnya menunjukkan ISPU PM2.5 di Kota Jambi berada pada kisaran 133 hingga 198, atau kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Buruknya kualitas udara tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Aktivitas perdagangan dan usaha yang mengandalkan kunjungan langsung dapat terdampak ketika masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kunjungan ke pasar, pusat kuliner, ruang terbuka, tempat rekreasi hingga kegiatan UMKM yang mengandalkan keramaian.
Sektor transportasi juga dapat terkena dampak apabila kabut asap menyebabkan jarak pandang menurun. Gangguan perjalanan berpotensi meningkatkan waktu tempuh dan biaya operasional, terutama bagi pelaku distribusi barang.
Dari sisi perusahaan, kualitas udara yang buruk juga dapat memengaruhi produktivitas apabila pekerja mengalami gangguan kesehatan atau harus mengurangi aktivitas di luar ruangan. Dalam jangka lebih panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya kesehatan dan absensi pekerja.
Dampak ekonomi tersebut tidak berarti seluruh aktivitas usaha akan langsung mengalami penurunan. Besarnya pengaruh sangat bergantung pada durasi kabut asap, tingkat pencemaran, kondisi cuaca, serta sektor ekonomi yang terdampak.
Sumber: IQAir dan BMKG.
- Penulis: say say
