Pelatihan Keterampilan Buka Akses Ekonomi bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Jambi
- account_circle Fitri Amelia
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pelatihan keterampilan menjadi salah satu upaya membuka akses ekonomi bagi perempuan penyandang disabilitas di Jambi. Melalui kolaborasi lintas komunitas dan lembaga, para peserta tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga didorong untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi secara mandiri.
Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi Yayasan Serampai Karya Lestari, Srikandi PLN Jambi, Gonau Handcraft, dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Jambi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah keterampilan, mulai dari menjahit hingga menganyam. Pelatihan juga melibatkan para pendamping disabilitas agar keterampilan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak pihak.
Perwakilan UID PLN S2JB, Yanet, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal yang dapat diterapkan peserta untuk menghasilkan karya.
“Melalui kegiatan pelatihan ini kami berharap perempuan disabilitas memiliki kemampuan dan bekal untuk dapat diterapkan dan mampu menghasilkan karya,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dengan Yayasan Serampai Karya Lestari yang selama ini turut mendampingi penyandang disabilitas dalam menghasilkan karya berkualitas.
Menurut Yanet, pemberdayaan perempuan melalui program Srikandi Movement juga diharapkan dapat terus berlanjut melalui program-program lainnya.
“Melalui program Srikandi Movement kita harapkan tidak sampai di sini saja. Akan ada lagi program-program lain yang mendukung pemberdayaan perempuan, khususnya di Jambi,” katanya.
Sementara itu, Irma Tambunan dari Yayasan Serampai Karya Lestari mengatakan gagasan pelatihan tersebut berawal dari pertemuan tim Srikandi PLN dengan pihak Gonau Handcraft di rumah produksi mereka.
Gonau Handcraft sendiri telah cukup lama melakukan pemberdayaan terhadap penyandang disabilitas. Dari pertemuan dan diskusi tersebut kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan pelatihan khusus bagi perempuan penyandang disabilitas.
“Kenapa targetnya perempuan dan penyandang disabilitas? Karena mereka adalah kelompok yang kami lihat paling rentan dan memiliki akses paling sulit ke berbagai sektor, terutama sektor pekerjaan,” jelas Irma.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas akses bagi perempuan penyandang disabilitas agar dapat berkarya, lebih produktif dan memiliki peluang untuk menambah sumber ekonomi.
“Harapan kami kegiatan ini menjadi jalan masuk, menjadi pintu yang semakin terbuka memberikan akses kepada para perempuan penyandang disabilitas bisa berkarya menjadi lebih tangguh dan produktif dan ini bisa menambah sumber ekonomi untuk mereka,” ujarnya.
Menurut Irma, kolaborasi Yayasan Serampai Karya Lestari, Gonau Handcraft, HWDI Kota Jambi bersama Srikandi PLN Jambi merupakan kolaborasi pertama. Ia berharap kerja sama tersebut dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan.
Antusiasme peserta juga terlihat selama proses pelatihan. Irma mengatakan peserta menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, termasuk mengenai peluang yang dapat mereka lakukan setelah pelatihan selesai.
“Selama proses pelatihan ini mereka terus bertanya, peluang ke depannya akan seperti apa. Besar harapan mereka untuk tetap terus produktif sehingga pelatihan ini tidak hanya menjadi pelatihan yang sekali jalan,” tuturnya.
Salah seorang peserta dari Gerkatin Provinsi Jambi, Caca, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan berlangsung inklusif karena peserta mendapatkan berbagai dukungan akses selama kegiatan.
“Acara ini keren banget dan inklusif. Saya merasa tidak ada hambatan sama sekali dalam mengikuti kegiatan ini karena semua ada aksesnya. Ada guru pendamping, juru bahasa isyarat, ada pendamping dan semua sudah bekerja sama dengan baik,” ungkapnya.
Caca berencana melanjutkan proses belajar setelah pelatihan selesai agar keterampilan yang diperoleh dapat terus berkembang.
“Rencananya setelah pelatihan ini aku mau belajar lebih dalam lagi supaya kemampuan aku bisa bertambah dan berkembang dengan baik dan aku bisa membuat sendiri karya nantinya,” katanya.
Sementara itu, Deti Herawati dari HWDI Kota Jambi yang turut menjadi pengajar dalam pelatihan menganyam mengatakan peserta menikmati proses pembelajaran dan menunjukkan antusiasme selama praktik.
Ia berharap peserta tidak berhenti belajar setelah kegiatan berakhir, tetapi terus mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh.
“Kita berharap para peserta tidak berhenti sampai di pelatihan ini saja, tapi mempraktikkan lagi,” ujarnya.
Deti menilai pelatihan tersebut memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sangat bahagia pelatihan ini diadakan karena ini memberikan kesempatan pada teman-teman disabilitas sehingga mereka bisa memiliki keterampilan yang bisa mereka terapkan,” katanya.
Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengalaman dalam satu kegiatan, tetapi benar-benar dapat dipraktikkan dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Penulis: Fitri Amelia
