Dari Udang ke Terasi, Begini Rantai Bisnis Lokal di Kuala Tungkal
- account_circle say say
- calendar_month 11 menit yang lalu
- print Cetak

Pembuatan Terasi dari Udang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Tidak semua peluang bisnis lahir dari pusat perdagangan modern. Sebagian tumbuh dari hubungan langsung antara bahan baku, produsen lokal dan konsumen. Tanjung Jabung Barat menjadi contoh menarik. BPS mencatat wilayah ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi Jambi. Pada 2022, kontribusinya terhadap PDRB provinsi mencapai 18,17 persen.
Salah satu aktivitas ekonomi lokal yang pernah menjadi perhatian BPS adalah industri pembuatan terasi. Produk tersebut menggunakan udang segar dari nelayan dan menjadi salah satu produk yang dikenal sebagai oleh-oleh khas Kuala Tungkal.
Cerita tersebut memperlihatkan bagaimana lokasi membentuk rantai bisnis.
Bahan baku berada dekat dengan pelaku usaha. Proses produksi dilakukan di sekitar sumber bahan baku. Produk kemudian bergerak menuju konsumen melalui pasar lokal maupun jaringan oleh-oleh.
Namun, bisnis berbasis bahan baku juga menghadapi risiko lokasi. BPS mencatat produsen terasi menghadapi kendala ketersediaan udang dan cuaca yang memengaruhi proses pengeringan.
Artinya, lokasi memberikan keuntungan sekaligus risiko.
Bagi pengusaha, kedekatan dengan sumber bahan baku dapat menekan biaya tertentu. Tetapi ketergantungan pada kondisi alam membuat bisnis perlu memiliki strategi penyimpanan, distribusi dan pengolahan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Location Matters bukan hanya tentang konsumen.
Lokasi juga berarti akses terhadap bahan baku, tenaga kerja, supplier dan jaringan distribusi.
Bagi Jambi, pendekatan seperti ini penting untuk melihat potensi ekonomi kabupaten secara lebih utuh. Bisnis lokal tidak selalu harus menunggu menjadi besar untuk memiliki nilai ekonomi. Ketika rantai produksi dan distribusinya kuat, bisnis kecil dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.
- Penulis: say say
