Kamis, 30 Jul 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Investor Tembus 239 Ribu, Tapi Belum Ada Emiten Lokal Melantai di Bursa Efek Indonesia

Investor Tembus 239 Ribu, Tapi Belum Ada Emiten Lokal Melantai di Bursa Efek Indonesia

  • account_circle say say
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Minat masyarakat Jambi terhadap investasi saham terus menunjukkan tren positif. Jumlah investor pasar modal di Provinsi Jambi terus bertambah, namun hingga kini belum ada satu pun perusahaan asal Jambi yang resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data terbaru yang dirilis Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) di Provinsi Jambi telah mencapai 239.609 investor. Angka tersebut meningkat sekitar 36 ribu investor baru dibandingkan posisi akhir 2025. Nilai aset investasi masyarakat Jambi juga telah menembus sekitar Rp3,3 triliun.

Peningkatan tersebut menunjukkan literasi dan inklusi pasar modal di Jambi terus berkembang. Investor tidak lagi didominasi kalangan profesional, tetapi juga mulai berasal dari mahasiswa, ASN, pelaku UMKM hingga generasi muda.

Meski jumlah investor tumbuh signifikan, tantangan besar masih dihadapi dunia usaha di Jambi. Sampai saat ini belum ada perusahaan lokal yang berhasil melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia.

BEI Jambi selama beberapa tahun terakhir terus melakukan edukasi kepada pelaku usaha agar memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan untuk ekspansi bisnis. Langkah tersebut dinilai penting mengingat banyak perusahaan perkebunan, perdagangan, logistik hingga industri pengolahan di Jambi yang memiliki potensi berkembang menjadi perusahaan terbuka.

Bagi investor di Jambi, sejumlah sektor dinilai memiliki keterkaitan erat dengan struktur ekonomi daerah, antara lain:

  • Perkebunan sawit, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
  • Pertambangan batu bara, seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
    Perbankan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sektor-sektor tersebut menjadi perhatian karena memiliki hubungan langsung dengan aktivitas ekonomi yang berkembang di Provinsi Jambi.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalang penipuan investasi asal China dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara di Inggris pada Selasa (11/11/2025). Itu setelah ia terbukti mencuci hasil kejahatan ke dalam bentuk bitcoin yang kini bernilai miliaran dolar AS. Dalang penipuan tersebut seorang perempuan bernama Qian Zhimin. Ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pencucian uang oleh Pengadilan Mahkota […]

  • Jangan Asal Pasang! Ternyata Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang

    Jangan Asal Pasang! Ternyata Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lantai keramik yang terlihat rapi dan kokoh ternyata menyimpan proses pemasangan yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Banyak pemilik rumah baru menyadari adanya masalah setelah keramik mulai berbunyi kopong, terangkat, hingga retak, padahal usia bangunan masih tergolong baru. Salah satu hal yang kerap menjadi pertanyaan saat proses pemasangan adalah apakah keramik perlu direndam air […]

  • Menguat Tajam! Harga Emas Atam Dibanderol Rp 2.936 per Gram

    Menguat Tajam! Harga Emas Atam Dibanderol Rp 2.936 per Gram

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat tajam hari ini, Kamis (13/11/2025). Emas Antam menguat sebesar Rp 29.000 menjadi Rp 2.936 per gram. Emas Antam paling murah kini dibanderol Rp1,24 juta. Sedangkan yang paling mahal Rp2,33 miliar. Sementara itu, harga beli kembali atau buyback emas Antam juga naik sebesar Rp 29.000 […]

  • Sertifikat Kompetensi Gratis untuk Peserta Magang Nasional

    Sertifikat Kompetensi Gratis untuk Peserta Magang Nasional

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan memberikan fasilitas sertifikasi kompetensi gratis bagi peserta Program Magang Nasional Batch I. Kebijakan ini diharapkan menjadi penguat daya saing lulusan saat memasuki dunia kerja. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sertifikat kompetensi merupakan bukti konkret atas kemampuan yang dimiliki peserta setelah menjalani program magang selama enam bulan di dunia industri. “Walaupun […]

  • Iran dan Oman Kenakan Biaya Transit Selat Hormuz hingga Rp33,9 Miliar per Kapal

    Iran dan Oman Kenakan Biaya Transit Selat Hormuz hingga Rp33,9 Miliar per Kapal

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Iran dan Oman berencana mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz selama periode gencatan senjata dua pekan. Kebijakan tersebut muncul setelah kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul konflik yang berlangsung lebih dari satu bulan sejak akhir Februari 2026. Mengutip laporan kantor berita Tasnim, dana dari pungutan tersebut […]

  • Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik. Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), […]

expand_less