Investor Tembus 239 Ribu, Tapi Belum Ada Emiten Lokal Melantai di Bursa Efek Indonesia
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Pertambangan batubara di Provinsi Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Minat masyarakat Jambi terhadap investasi saham terus menunjukkan tren positif. Jumlah investor pasar modal di Provinsi Jambi terus bertambah, namun hingga kini belum ada satu pun perusahaan asal Jambi yang resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data terbaru yang dirilis Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) di Provinsi Jambi telah mencapai 239.609 investor. Angka tersebut meningkat sekitar 36 ribu investor baru dibandingkan posisi akhir 2025. Nilai aset investasi masyarakat Jambi juga telah menembus sekitar Rp3,3 triliun.
Peningkatan tersebut menunjukkan literasi dan inklusi pasar modal di Jambi terus berkembang. Investor tidak lagi didominasi kalangan profesional, tetapi juga mulai berasal dari mahasiswa, ASN, pelaku UMKM hingga generasi muda.
Meski jumlah investor tumbuh signifikan, tantangan besar masih dihadapi dunia usaha di Jambi. Sampai saat ini belum ada perusahaan lokal yang berhasil melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia.
BEI Jambi selama beberapa tahun terakhir terus melakukan edukasi kepada pelaku usaha agar memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan untuk ekspansi bisnis. Langkah tersebut dinilai penting mengingat banyak perusahaan perkebunan, perdagangan, logistik hingga industri pengolahan di Jambi yang memiliki potensi berkembang menjadi perusahaan terbuka.
Bagi investor di Jambi, sejumlah sektor dinilai memiliki keterkaitan erat dengan struktur ekonomi daerah, antara lain:
- Perkebunan sawit, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
- Pertambangan batu bara, seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
Perbankan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Sektor-sektor tersebut menjadi perhatian karena memiliki hubungan langsung dengan aktivitas ekonomi yang berkembang di Provinsi Jambi.
- Penulis: say say

