Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tersungkur Lagi, Tinggal Selangkah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Tersungkur Lagi, Tinggal Selangkah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih belum juga mereda. Mata uang Indonesia kembali tersungkur pada pembukaan perdagangan Rabu (1/7/2026), memperpanjang tren pelemahan di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, kurs rupiah bergerak melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.944 per dolar AS. Posisi ini membuat rupiah semakin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar AS, yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.

Pada saat yang sama, indeks dolar terlihat menguat 0,14 poin atau naik 0,13 persen ke level 101.323. Penguatan dolar AS terjadi karena investor menunggu rilis data tenaga kerja bulanan AS terbaru. Data ini akan menjadi petunjuk penting untuk membaca kekuatan pasar tenaga kerja dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Dolar AS juga mendapat dukungan dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik sekitar 10 basis poin pada perdagangan sebelumnya, sehingga membuat aset berbasis dolar kembali lebih menarik di mata investor.

Pelemahan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Peso Filipina juga terkoreksi cukup tajam, yakni 0,42% ke posisi PHP 61,580 per dolar AS. Baht Thailand melemah 0,30% ke THB 33,34 per dolar AS, disusul dong Vietnam yang turun 0,24% ke VND 26.319 per dolar AS.

Ringgit Malaysia turut masuk zona merah setelah melemah 0,20% ke posisi MYR 4,090 per dolar AS. Dolar Singapura turun 0,19% ke SGD 1,295 per dolar AS. Sementara dolar Taiwan melemah 0,16% ke TWD 31,829 per dolar AS.

Tekanan yang juga terlihat pada yen Jepang yang terkoreksi 0,14% ke posisi JPY 162,76 per dolar AS. Meski pelemahannya tidak sedalam mata uang Asia lainnya, posisi yen kini berada di level terlemah dalam 40 tahun terakhir atau sejak 1986.

Yuan China juga ikut melemah tipis 0,11% ke posisi CNY6,7927 per dolar AS.(*)

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamentan Sudaryono Ajak Petani Jambi Tingkatkan Produksi Pangan

    Wamentan Sudaryono Ajak Petani Jambi Tingkatkan Produksi Pangan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengajak petani di Provinsi Jambi meningkatkan produksi pangan guna mendukung target swasembada nasional. Ajakan tersebut disampaikan saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi di Bukit Cinto Kenang, Kompleks Kantor Bupati Muaro Jambi, Selasa (21/4/2026). “Kita ingin petani semakin semangat menanam, karena kunci swasembada […]

  • Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 menurun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso membeberkan, posisi ULN Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian, secara tahunan ULN Indonesia tercatat tumbuh. […]

  • Inflasi Jambi Juli 2026 Capai 3,25 Persen, Harga Kebutuhan hingga Transportasi Masih Naik

    Inflasi Jambi Juli 2026 Capai 3,25 Persen, Harga Kebutuhan hingga Transportasi Masih Naik

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Inflasi Provinsi Jambi mencapai 3,25 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. Dalam laporan Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Jambi Juli 2026, BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Jambi naik dari 108,87 pada Juli 2025 menjadi 112,41 […]

  • Muaro Jambi dan Pertumbuhan Industri: Ketika Lokasi Menjadi Bagian dari Rantai Produksi

    Muaro Jambi dan Pertumbuhan Industri: Ketika Lokasi Menjadi Bagian dari Rantai Produksi

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan bisnis tidak selalu terlihat dari ramainya pusat kuliner atau pertokoan. Di balik aktivitas ekonomi Jambi terdapat wilayah yang berperan dalam industri pengolahan dan rantai produksi. Muaro Jambi menjadi salah satu wilayah yang menarik dalam konteks tersebut. BPS sebelumnya mencatat Kabupaten Muaro Jambi sebagai daerah dengan jumlah industri pengolahan terbanyak di Provinsi Jambi, […]

  • Stok BBM Disebut Tinggal 23 Hari, Al Haris Panggil Pertamina

    Stok BBM Disebut Tinggal 23 Hari, Al Haris Panggil Pertamina

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, menyoroti isu nasional mengenai ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut-sebut hanya cukup untuk sekitar 23 hari ke depan. Isu tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat saat mendekati Hari Raya Idul Fitri. Menurut Al Haris, pemerintah provinsi akan segera menggelar rapat koordinasi bersama Forum […]

  • Warga Bahar Selatan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Dorong Akses Ekonomi Muaro Jambi

    Warga Bahar Selatan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Dorong Akses Ekonomi Muaro Jambi

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Semangat gotong royong warga di wilayah Bahar Selatan menuju Bahar Tengah, Kabupaten Muaro Jambi, patut diacungi jempol. Sabtu (25/10/2025), mereka kompak turun tangan memperbaiki jalan rusak secara swadaya dengan cara patungan dana dan tenaga. Kegiatan ini digagas oleh Paguyuban Busurpitu yang diketuai Budiantoro, bersama para pemuda serta aparat Desa Bukit Subur. Warga bergotong […]

expand_less