Ekspor Kelapa Tanjab Timur Tembus Pasar Malaysia
- account_circle say say
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- print Cetak

Di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), ekspor kelapa mengalami tantangan karena penurunan harga yang signifikan. Harga kelapa dalam kini berada di kisaran Rp1.500 hingga Rp1.800 per kilogram.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Komoditas kelapa menjadi salah satu potensi ekonomi yang mulai mendapat perhatian lebih besar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Selain menjadi basis perkebunan masyarakat, kelapa dari daerah tersebut kini telah masuk pasar Malaysia melalui jalur ekspor langsung dari Kecamatan Nipah Panjang.
Aktivitas pengiriman kelapa ke Malaysia telah berlangsung sejak 2023. Pada 2026, volume pengiriman melalui Pelabuhan Nipah Panjang dilaporkan mencapai sekitar 1.200 hingga 1.500 ton per bulan. Kondisi ini membuat Nipah Panjang menjadi salah satu pintu penting perdagangan kelapa Tanjab Timur ke pasar internasional.
Bea Cukai Jambi sebelumnya mencatat komoditas kelapa bulat dari wilayah tersebut telah menghasilkan devisa hasil ekspor Rp84,7 miliar hingga Februari 2024. Angka tersebut menjadi gambaran awal besarnya potensi perdagangan kelapa dari Tanjab Timur, meski belum tersedia angka resmi kumulatif nilai ekspor khusus kelapa untuk 2026.
Dari sisi produksi, Tanjab Timur memiliki basis perkebunan kelapa yang besar. Dokumen pemerintah daerah mencatat produksi kelapa dalam mencapai sekitar 57.295 ton pada 2024. Data tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan sektor perkebunan dalam agenda pembangunan 2026.
Sentra kelapa tersebar di sejumlah wilayah. Data BPS menunjukkan Mendahara merupakan salah satu kantong produksi terbesar dengan produksi sekitar 20.672 ton pada 2022, disusul Muara Sabak Timur 10.125 ton dan Nipah Panjang 7.597 ton. Selain itu, Kuala Jambi dan Sadu juga menjadi basis penting komoditas kelapa.
Nipah Panjang juga terus diperkuat sebagai sentra kelapa. Pada September 2026, BRMP Jambi mengawal program peremajaan kelapa dalam di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Nipah Panjang. Komoditas dari wilayah tersebut disebut memiliki pasar hingga Malaysia dan Batam.
Besarnya produksi dan akses ekspor membuat peluang hilirisasi semakin terbuka. Kelapa tidak hanya dapat dijual dalam bentuk buah, tetapi juga diolah menjadi minyak, tepung, santan, arang tempurung, sabut dan produk turunan lainnya.
Tantangan Tanjab Timur kini bukan lagi sekadar mencari pasar. Persoalannya adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah agar semakin banyak manfaat ekonomi dari kelapa tetap berputar di daerah. Dengan basis produksi besar, jalur ekspor yang sudah terbentuk dan program peremajaan yang berjalan, kelapa berpotensi menjadi salah satu pintu masuk investasi industri pengolahan di Tanjab Timur.
- Penulis: say say
