Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kembali Tersungkur! Pagi Ini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Rupiah Kembali Tersungkur! Pagi Ini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Rabu pagi (20/5/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring tekanan yang masih membayangi pasar keuangan.

Pada perdagangan pagi ini, dikutip dari Antara, rupiah turun 37 poin atau sekitar 0,21 persen menjadi Rp17.743 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.706 per dolar AS.

Pelemahan rupiah menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlangsung di tengah dinamika ekonomi global dan pergerakan dolar AS. Sentimen pasar internasional, arah kebijakan suku bunga, hingga arus modal asing masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Kondisi ini memicu perdebatan sengit di kalangan ekonom menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) periode April 2026 yang dijadwalkan pada Rabu (20/5/2026) siang ini.

Pasar kini menanti keputusan krusial bank sentral: apakah akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% atau menaikkannya menjadi 5% demi membendung depresiasi yang kian dalam.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky, secara tegas menyarankan kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5%. Menurutnya, fokus utama BI saat ini harus bergeser sepenuhnya pada stabilisasi Mata Uang Rupiah, meskipun berisiko memperlambat pertumbuhan kredit.

“Prioritas utama Bank Indonesia saat ini harus berfokus pada stabilisasi rupiah,” ujar Riefky. Ia menyoroti kinerja rupiah yang tergolong buruk dengan pelemahan 5,50% secara year to date (ytd), hanya lebih baik dari lira Turki dan rupee India.

Di sisi lain, Kepala Ekonom BCA David Sumual dan Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto cenderung memproyeksikan BI akan menahan suku bunga. Myrdal menilai kenaikan suku bunga saat ini justru berisiko membebani sektor riil yang sudah tertekan oleh mahalnya dolar AS dan biaya ekspansi bisnis.

Keputusan final BI-Rate siang ini akan menjadi sinyal krusial bagi arah ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sektor Gadget Jadi Penopang Terbesar Kinerja Paylater Indodana 2025

    Sektor Gadget Jadi Penopang Terbesar Kinerja Paylater Indodana 2025

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Indodana Multi Finance (Indodana Finance) mengungkapkan bahwa sektor elektronik dan gadget masih menjadi penopang terbesar dalam kinerja layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater milik perusahaan. Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, menjelaskan bahwa kontribusi besar dari segmen tersebut didorong oleh kerja sama perusahaan dengan berbagai merchant di seluruh Indonesia. “Kerja sama […]

  • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Sama-Sama Melonjak

    Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Sama-Sama Melonjak

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24, Antam, dan UBS yang dijual di Pegadaian mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Sahabat Pegadaian, ketiga produk emas tersebut mengalami kenaikan harga yang cukup seragam. Emas Antam menjadi produk dengan harga tertinggi, yakni mencapai Rp2.887.000 per gram. Sementara emas UBS dipatok Rp2.845.000 per […]

  • Wamenkeu Optimistis Ekonomi RI Triwulan I Tumbuh 5,5 Persen

    Wamenkeu Optimistis Ekonomi RI Triwulan I Tumbuh 5,5 Persen

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mampu mencapai 5,5 persen. Angka tersebut dijadwalkan akan diumumkan secara resmi pada awal Mei 2026. “Proyeksi Kementerian Keuangan pertumbuhan di triwulan I diperkirakan 5,5%, dengan melihat PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) meningkat cukup […]

  • Rupiah Balik Menguat! Pasar Mulai Bernapas Lega

    Rupiah Balik Menguat! Pasar Mulai Bernapas Lega

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (13/5/2026) pagi. Mata uang Garuda naik tipis seiring pelemahan indeks dolar AS di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah menguat 14 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp17.515 per dolar AS. Angka tersebut lebih baik […]

  • Traveloka Dorong Wisatawan Jelajahi Hidden Gems Asia dan Indonesia Lewat Promo 10.10

    Traveloka Dorong Wisatawan Jelajahi Hidden Gems Asia dan Indonesia Lewat Promo 10.10

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Seiring meningkatnya tren perjalanan, semakin banyak wisatawan Indonesia memilih menjelajahi destinasi baru di luar kota besar, termasuk destinasi hidden gems yang menawarkan pengalaman unik. “Wisatawan kini semakin tertarik mencari pengalaman baru di berbagai destinasi Asia Pasifik, mulai dari eksplorasi hidden gems hingga wisata perkotaan,” ujar Vice President of Commercial Traveloka, Charles Wong, Jumat […]

  • Honda Siapkan Dua Mobil Listrik untuk Pasar Asia, Desainnya Futuristik

    Honda Siapkan Dua Mobil Listrik untuk Pasar Asia, Desainnya Futuristik

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mobil listrik Super One dan SUV 0 Alpha yang disiapkan Honda untuk pasar Asia. Kedua model ini merupakan bagian dari rencana Honda untuk menjawab kebutuhan mobil listrik di kawasan dengan pasar yang berkembang, termasuk Indonesia. Meski tampil dengan desain futuristis, rupanya nama “Super One” belum tentu dipakai untuk versi produksi. Presiden Direktur PT […]

expand_less