Keterampilan yang Dibutuhkan Industri dan Perusahaan di Jambi, Kompetensi Digital Makin Relevan
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Seorang penjahit sedang mendapatkan order untuk buat baju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Penguasaan keterampilan teknis, komunikasi, pemecahan masalah, dan adaptasi terhadap teknologi menjadi bekal penting bagi pencari kerja di Provinsi Jambi. Kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan perusahaan dapat membantu memperluas pilihan karier, baik di sektor industri, perkebunan, perdagangan, maupun jasa.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat jumlah penduduk bekerja mencapai sekitar 1,80 juta orang pada Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 830,31 ribu orang atau 46,21% bekerja pada kegiatan formal. Persentase pekerja formal meningkat 1,55 poin persentase dibandingkan Februari 2025. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,99%.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi ketenagakerjaan daerah, tetapi tidak secara langsung menunjukkan keterampilan yang paling banyak dicari perusahaan. Untuk memahami kebutuhan pasar kerja secara lebih spesifik, pencari kerja perlu memperhatikan persyaratan lowongan dan perkembangan sektor usaha di wilayah yang dituju.
Di tingkat nasional, Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat pelatihan vokasi agar kompetensi peserta lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch I 2026 diikuti 10.405 peserta yang tersebar di berbagai balai pelatihan dan satuan pelatihan di Indonesia. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan peserta memasuki dunia kerja melalui pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pengembangan kompetensi digital juga memperoleh perhatian melalui penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang kecerdasan buatan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 103 Tahun 2026. Regulasi tersebut mengatur kompetensi pada subbidang Knowledge Based System. Kebijakan ini menjadi salah satu perkembangan dalam standardisasi kompetensi digital, meskipun tidak berarti seluruh pekerjaan kini mensyaratkan kemampuan AI.
Di Kota Jambi, upaya peningkatan keterampilan juga dilakukan melalui pelatihan menjahit yang diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian pada 19 Mei hingga 2 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta dari berbagai kecamatan. Materi pelatihan mencakup pengenalan mesin jahit, pembuatan pola, pemotongan bahan, hingga penyelesaian pakaian. Program ini menunjukkan salah satu bentuk pengembangan keterampilan praktis yang dapat mendukung kesiapan kerja maupun usaha mandiri.
Kebutuhan kompetensi selanjutnya perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sektor. Pada industri pengolahan dan perkebunan, keterampilan operasional, keselamatan kerja, pengendalian mutu, serta pemeliharaan peralatan dapat relevan dengan jenis pekerjaan yang tersedia. Di sektor perdagangan dan ritel, kemampuan melayani pelanggan, mengelola stok, berkomunikasi, dan menjalankan administrasi penjualan dapat mendukung pekerjaan operasional.
Sementara itu, sektor jasa dapat memerlukan keterampilan administrasi digital, pengolahan data, pemasaran daring, dan penyusunan laporan. Kemampuan menggunakan spreadsheet, membaca data penjualan, membuat materi promosi, serta memanfaatkan perangkat berbasis kecerdasan buatan secara bertanggung jawab juga dapat menjadi nilai tambah untuk posisi tertentu.
Pencari kerja dapat memanfaatkan layanan Job Center Kota Jambi yang menyediakan informasi dan pelayanan terkait pendaftaran lowongan kerja, fasilitasi rekrutmen, pelatihan bagi pencari kerja, serta pengesahan sertifikat pelatihan. Informasi layanan tersedia melalui situs resmi Job Center Kota Jambi.
Agar lebih siap memasuki dunia kerja, pencari kerja sebaiknya mempelajari persyaratan lowongan yang dituju, membangun portofolio, mengikuti pelatihan yang sesuai, dan mempertimbangkan sertifikasi kompetensi apabila relevan dengan bidang pekerjaan. Pengalaman praktik dan kemampuan menunjukkan hasil kerja juga dapat membantu perusahaan menilai kecocokan kandidat.
- Penulis: say say
